Indonesia Terbitkan Aturan Baru untuk Sita Lahan Menganggur di Sektor Strategis, Percepat Proses Jadi 90 Hari

Telah Terbit: Feb 9, 2026 09:35

[SMM Aluminum Express News] Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan dan Tanah Telantar. Peraturan ini memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk mengambil alih tanah tidak produktif yang sengaja dibiarkan terlantar oleh pemegang hak atau pemilik izin. Sasaran peraturan meliputi sektor strategis seperti pertambangan, perkebunan, industri, pariwisata, dan perumahan. Jenis tanah yang terdampak: HGU (Hak Guna Usaha), HGB (Hak Guna Bangunan), Hak Pakai, dan HPL (Hak Pengelolaan Lahan).

Perubahan utama: Proses yang sebelumnya memakan waktu hingga 587 hari, kini dipersingkat menjadi 90 hari sesuai arahan Presiden Prabowo.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Ringkasan Lengkap SMM Data Impor dan Ekspor Maret 2026 [Data SMM]
23 jam yang lalu
Ringkasan Lengkap SMM Data Impor dan Ekspor Maret 2026 [Data SMM]
Read More
Ringkasan Lengkap SMM Data Impor dan Ekspor Maret 2026 [Data SMM]
Ringkasan Lengkap SMM Data Impor dan Ekspor Maret 2026 [Data SMM]
[Data SMM: Ringkasan Lengkap Data Impor dan Ekspor SMM Maret 2026] Data impor dan ekspor SMM Maret 2026 menunjukkan: impor bersih katoda tembaga menurun secara tahunan; impor aluminium primer mencapai 255.000 mt, naik 14,8% secara tahunan; impor timbal murni melonjak signifikan; impor ingot seng naik 220% secara bulanan; impor bijih timah naik 122% secara tahunan; impor perak naik 93% secara bulanan; ekspor baja rebound secara bulanan; nilai ekspor modul PV naik 122,7% secara bulanan; ekspor logam silikon naik 43% secara bulanan, dan ekspor magnesium mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun. Di antara material energi baru, ekspor LiPF6 dan grafit artifisial melonjak signifikan.
23 jam yang lalu
[Analisis SMM] Sentimen Pengadaan Pasar yang Hati-hati, Biaya Pemrosesan Batang Aluminium Terus Bersaing di Level Rendah
24 Apr 2026 19:52
[Analisis SMM] Sentimen Pengadaan Pasar yang Hati-hati, Biaya Pemrosesan Batang Aluminium Terus Bersaing di Level Rendah
Read More
[Analisis SMM] Sentimen Pengadaan Pasar yang Hati-hati, Biaya Pemrosesan Batang Aluminium Terus Bersaing di Level Rendah
[Analisis SMM] Sentimen Pengadaan Pasar yang Hati-hati, Biaya Pemrosesan Batang Aluminium Terus Bersaing di Level Rendah
Pekan ini, tingkat utilisasi mingguan perusahaan pemrosesan hilir aluminium terkemuka di Tiongkok turun 0,5 poin persentase secara mingguan menjadi 64,7%. Industri ini melanjutkan pola pemulihan yang lemah, dengan divergensi antarsegmen yang semakin meningkat.
24 Apr 2026 19:52
30.000 mt Alumina Diperdagangkan pada $349/mt CIF Indonesia untuk Pengapalan Juni
24 Apr 2026 18:32
30.000 mt Alumina Diperdagangkan pada $349/mt CIF Indonesia untuk Pengapalan Juni
Read More
30.000 mt Alumina Diperdagangkan pada $349/mt CIF Indonesia untuk Pengapalan Juni
30.000 mt Alumina Diperdagangkan pada $349/mt CIF Indonesia untuk Pengapalan Juni
Transaksi Alumina: Pada 24 April 2026, 30.000 mt alumina ditransaksikan pada harga transaksi $349/mt CIF Indonesia, bersumber dari Australia atau India, untuk pengapalan Juni.
24 Apr 2026 18:32