[Tinjauan Tengah Hari Nikel SMM] Harga Nikel Turun Tipis pada 5 Februari karena Data ADP Ketenagakerjaan AS Januari Jatuh di Bawah Ekspektasi

Telah Terbit: Feb 5, 2026 11:54

SMM Nikel 5 Februari Berita:

Berita Makro dan Pasar:

(1) Data ADP ketenagakerjaan "non-pertanian kecil" AS Januari tidak memenuhi ekspektasi. Data dari ADP Research Institute yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa lapangan kerja sektor swasta hanya meningkat 22.000 pada Januari, di bawah ekspektasi pasar, dan data bulan sebelumnya direvisi lebih rendah.

(2) Bank sentral menggelar konferensi kerja pasar kredit 2026, berfokus mendukung area-area kunci seperti memperluas permintaan domestik, inovasi teknologi, serta usaha kecil, menengah, dan mikro.

Pasar Spot:

Pada 5 Februari, harga nikel halus #1 SMM adalah 134.300-145.400 yuan/ton, dengan harga rata-rata 139.850 yuan/ton, turun 1.750 yuan/ton dari hari perdagangan sebelumnya. Kisaran kuotasi premium spot utama untuk nikel halus #1 Jinchuan adalah 9.300-9.500 yuan/ton, dengan premium rata-rata 9.400 yuan/ton, tidak berubah dari hari sebelumnya. Kisaran kuotasi premium/diskon spot untuk merek nikel elektrodeposisi domestik utama adalah -400-400 yuan/ton.

Pasar Berjangka:

Kontrak nikel SHFE yang paling banyak diperdagangkan (2603) anjlok dan bergerak lebih rendah selama sesi. Hingga penutupan pagi, dilaporkan pada 133.510 yuan/ton, turun 1,79%.

Harga nikel mengakhiri pemulihan dalam perdagangan semalam dan kembali ke penurunan. Pasar terjepit antara tekanan makro dan dukungan fundamental, menampilkan pola volatil secara keseluruhan. Ekspektasi pengurangan kuota bijih nikel Indonesia masih bertahan, dan harga nikel masih diperkirakan akan pulih di masa depan.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Stainless Steel Flash] EU Melt-and-Pour Rule Set to Reshape Stainless Steel Supply Chain Traceability
8 menit yang lalu
[SMM Stainless Steel Flash] EU Melt-and-Pour Rule Set to Reshape Stainless Steel Supply Chain Traceability
Baca Selengkapnya
[SMM Stainless Steel Flash] EU Melt-and-Pour Rule Set to Reshape Stainless Steel Supply Chain Traceability
[SMM Stainless Steel Flash] EU Melt-and-Pour Rule Set to Reshape Stainless Steel Supply Chain Traceability
From October 1, 2026, EU importers must declare and substantiate where imported steel was originally melted and poured, typically through a mill test certificate containing the melt-and-pour country and heat number. The rules do not alter existing quota volumes or restrict market access from specific countries, and a one-year transition period allows alternative documentation where MTCs are unavailable. However, from October 2027, the Commission will incorporate collected melt-and-pour data into country-specific quota allocation decisions, with a further assessment by June 2028 on whether the melt-and-pour country should itself become a basis for quota access. The rules carry significant implications for Asia's stainless steel supply chains, where cross-border processing is widespread. Indonesia exported approximately 330,000 tonnes of stainless steel slabs to Italy in 2025, with EU-bound shipments already exceeding 123,000 tonnes this year; as slabs currently fall outside trade measure scope, the route of importing Indonesian semi-finished slabs for local processing may face greater scrutiny as melt-and-pour traceability deepens.
8 menit yang lalu
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
16 jam yang lalu
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Baca Selengkapnya
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Indonesia telah mengonfirmasi rincian pelaksanaan Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) No. 21/2026, yang berlaku untuk pemberitahuan pabean ekspor (PPE) mulai 1 September 2026. Pemerintah mengidentifikasi 64 eksportir pertambangan, atau sekitar 12% dari 537 eksportir yang ditinjau, saat ini memenuhi kriteria kelayakan. Eksportir yang memenuhi syarat harus berbadan hukum PT Indonesia, bergerak di sektor pertambangan, dan memiliki setidaknya satu pemegang saham dari negara yang ditetapkan, yaitu AS, Tiongkok, Hong Kong, Australia, atau Kanada, dengan kepemilikan saham minimal 10%. Daftar eksportir yang memenuhi syarat akan ditinjau setiap bulan. Pemerintah juga telah menetapkan 15 bank valuta asing untuk penempatan DHE SDA berdasarkan Pasal 18A, yang terdiri dari lima bank BUMN dan 10 bank non-BUMN. Hal ini memungkinkan eksportir yang memenuhi syarat untuk menempatkan DHE SDA yang diwajibkan pada bank non-BUMN yang ditunjuk, memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola hasil ekspor.
16 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
17 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 03 Sep 2026.
17 jam yang lalu
Daftar untuk Lanjut Membaca
Dapatkan akses ke wawasan terkini tentang logam dan energi baru
Sudah memiliki akun?masuk di sini
[Tinjauan Tengah Hari Nikel SMM] Harga Nikel Turun Tipis pada 5 Februari karena Data ADP Ketenagakerjaan AS Januari Jatuh di Bawah Ekspektasi - Shanghai Metals Market (SMM)