SMM memprediksi bahwa HPM bijih lokal Indonesia pada paruh pertama Februari 2026 akan meningkat dengan perkiraan kenaikan sebesar 8,20%. HMA untuk paruh pertama Februari diperkirakan sebesar USD 17.774/dmt, turun sebesar USD 1.347,46/dmt.
SMM memprediksi bahwa patokan HPM untuk bijih lokal Indonesia (MC35%) pada paruh pertama Februari akan sebagai berikut:
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 1,2%: USD 18,02/wmt, naik USD 1,37/wmt dibandingkan paruh pertama Januari;
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 1,6%: USD 31,42/wmt, naik USD 2,38/wmt dibandingkan paruh pertama Januari;
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 1,7%: USD 35,35/wmt, naik USD 2,68/wmt dibandingkan paruh pertama Januari;
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 1,8%: USD 39,51/wmt, naik USD 3,00/wmt dibandingkan paruh pertama Januari;
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 2,0%: USD 48,52/wmt, naik USD 3,68/wmt dibandingkan paruh pertama Januari.
Kenaikan ringan HPM baru-baru ini dipengaruhi oleh meningkatnya pembahasan mengenai potensi pemotongan kuota menjadi hanya 260 juta pada tahun 2026. Saat ini, pasar tetap hati-hati dan menunggu sinyal kebijakan yang lebih jelas mengenai persetujuan RKAB serta panduan resmi dari pemerintah terkait arah industri nikel.



