Menurut data terbaru dari Kementerian Perdagangan Indonesia, ekspor timah olahan Indonesia pada Desember 2025 mencapai 5.002,83 ton, turun 32,9% secara bulanan (MoM) namun naik 6,8% secara tahunan (YoY). Nilai total ekspor mencapai US$198,09 juta, turun 26,1% MoM namun naik 46,7% YoY.
Tujuan ekspor utama menunjukkan perbedaan:
- Singapura: 1.399,5 ton, turun 17% MoM;
- Korea Selatan: 902,46 ton, turun 53% MoM;
- Tiongkok: 677,3 ton, naik 17,6% MoM;
- India: 567,2 ton, naik 2,6% MoM;
- Ekspor ke tujuan utama lainnya umumnya menurun.
Ekspor timah olahan Indonesia secara keseluruhan berkontraksi pada Desember. Kemajuan persetujuan RKAB dan perkembangan kebijakan ekspor Indonesia untuk tahun 2026 tetap menjadi faktor kunci yang mempengaruhi ekspektasi pasokan jangka menengah dan panjang. Jika penerbitan kuota tertunda atau diperketat, hal ini dapat lebih berdampak pada rantai pasokan timah global.


![Dampak marjinal kenaikan suku bunga dolar AS saat ini melemah, dan harga timah rebound tipis di sekitar level tengah pagi ini [Ulasan Tengah Hari Timah SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/iLVGs20251217171753.jpg)
