【SMM Baja】Kokas Metalurgi Abu Rendah Indonesia Pertahankan Dominasi di India Meski Ada Bea Anti-Dumping Sementara

Telah Terbit: Jan 8, 2026 11:53
【SMM Baja】Direktorat Jenderal Perdagangan India baru-baru ini merekomendasikan penerapan bea anti-dumping sementara selama enam bulan atas impor kokas metalurgi abu rendah dari beberapa negara, termasuk Indonesia. Namun, pengamatan pasar menunjukkan bahwa kokas metalurgi abu rendah Indonesia tetap memiliki keunggulan jelas dalam hal biaya dan kualitas. Bahkan dengan tambahan bea, biaya landed-nya tetap lebih rendah daripada harga spot domestik di India, membantu meringankan tekanan produksi dan mempertahankan daya saing bagi produsen baja di wilayah timur. Selain keunggulan harga, kokas Indonesia juga unggul dalam kualitas, dengan nilai Coke Strength after Reaction lebih tinggi daripada rata-rata domestik di India. Hal ini membantu mengontrol konsumsi kokas dalam operasi tanur tiup dan meningkatkan efisiensi, menjadikannya lebih menarik di pasar. Meskipun perbedaan bea diperkirakan akan membatasi impor dari wilayah dengan biaya lebih tinggi, volatilitas nilai tukar tetap menjadi risiko potensial. Depresiasi signifikan rupee India terhadap dolar AS dapat mempersempit kesenjangan harga antara kokas impor dan domestik, mempengaruhi kelayakan ekonomi impor. Secara keseluruhan, selama Indonesia mempertahankan keunggulan biaya dan kualitasnya, kokas metalurgi abu rendahnya diperkirakan akan terus mengalir ke pasar India dan tetap menjadi sumber pasokan penting bagi pabrik baja lokal dalam jangka pendek.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn