Harga nikel melonjak signifikan pada 30 Desember 2025. Harga kontrak tiga bulan nikel LME meroket menjadi $16.700/ton, dengan kenaikan harian melebihi 5%, mencapai level tertinggi baru dan mendekati level tertinggi sepanjang 2025. Di pasar spot, kisaran harga nikel rafinasi #1 SMM hari itu adalah 128.400–136.700 yuan/ton, dengan harga rata-rata 132.550 yuan/ton, naik 850 yuan/ton dari hari perdagangan sebelumnya.
Di tengah siklus penurunan suku bunga Fed AS dan pelemahan dolar AS, dana spekulatif besar-besaran mengalir ke pasar komoditas. Belakangan ini, logam-logam yang sebelumnya berkinerja kuat seperti perak, tembaga, dan timah mengalami koreksi signifikan. Sebaliknya, nikel sebagai komoditas dengan kenaikan sebelumnya yang relatif kecil dan undervalue menarik dana yang mengalir keluar dari logam mulia dan logam non-ferrous lainnya. Selain itu, gangguan pasokan yang sering terjadi di Indonesia semakin mendorong kenaikan harga nikel, membuat kinerjanya jauh lebih kuat dibandingkan logam non-ferrous lainnya.
Dalam jangka pendek, sementara ekspektasi kebijakan di Indonesia masih belum jelas, tren kuat yang didorong oleh ekspektasi dan arus masuk modal mungkin bertahan. Namun, inventaris nikel global tetap tinggi, dan seiring kenaikan harga nikel, smelter mungkin melanjutkan produksi, yang dapat meningkatkan tekanan inventaris. Jika tidak ada perbaikan substansial dalam permintaan, harga nikel mungkin tertekan dan menghadapi risiko koreksi signifikan.

![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/OjGlE20251217171734.jpg)
![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PFIti20251217171734.jpg)
