SMM memproyeksikan HPM bijih lokal Indonesia pada paruh pertama Januari 2026 akan mengalami kenaikan tipis dengan perkiraan kenaikan sebesar 0,21%. HMA untuk paruh pertama Januari diperkirakan sebesar USD 14.630/dmt, turun USD 30,67/dmt.
- HPM bijih nikel kadar Ni 1,2%: USD 14,83/wmt, naik USD 0,03/wmt dibandingkan paruh kedua Desember;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1,6%: USD 25,87/wmt, naik USD 0,05/wmt dibandingkan paruh kedua Desember;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1,7%: USD 29,1/wmt, naik USD 0,06/wmt dibandingkan paruh kedua Desember;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1,8%: USD 32,52/wmt, naik USD 0,07/wmt dibandingkan paruh kedua Desember;
- HPM bijih nikel kadar Ni 2,0%: USD 39,94/wmt, naik USD 0,08/wmt dibandingkan paruh kedua Desember.
Kenaikan tipis HPM baru-baru ini dipengaruhi sentimen pasar, menyusul meningkatnya pembahasan mengenai potensi pemotongan kuota dan kemungkinan rumus penetapan HPM baru yang diperkirakan akan diterapkan pada 2026. Jika formula baru diperkenalkan lebih cepat dari perkiraan, hal ini dapat mendorong kenaikan harga lebih lanjut dalam jangka pendek. Saat ini, pasar tetap berhati-hati dan menunggu sinyal kebijakan yang lebih jelas serta panduan resmi dari pemerintah mengenai arah industri nikel.
![[SMM Kilasan Baja Tahan Karat] Aturan Melt-and-Pour Uni Eropa Akan Membentuk Ulang Ketertelusuran Rantai Pasok Baja Tahan Karat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PuSOO20251217171732.jpeg)

