Enam Unit Pembangkit Listrik Kilang Alumina Mempawah Ditargetkan Beroperasi Penuh 2028
Proyek peleburan perusahaan aluminium Indonesia PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) di Mempawah, Kalimantan Barat membutuhkan pasokan listrik yang besar. Faktakalbar.id, Mempawah – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyatakan bahwa untuk mendukung proyek Fase II Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, dibutuhkan pasokan listrik yang masif. Keamanan energi menjadi faktor kunci untuk menjamin operasi pabrik peleburan yang stabil dan berkelanjutan.
Al Jufri, Group Head Business Development and Strategy bisnis aluminium, mengatakan perusahaan berencana membangun Pembangkit Listrik Captive melalui tender untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik peleburan tersebut.
Pembangkit listrik tidak akan dibangun oleh Inalum sendiri, melainkan akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
"Inalum tidak akan membangun pembangkit listrik sendiri, kami akan bekerja sama dengan salah satu mitra. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, saat ini masih dalam tahap tender. Pemenang tender yang akan membangunnya, dan kami nantinya akan membeli listrik dari mereka. Ada beberapa calon peserta dari dalam negeri," ujar Al Jufri pada Kamis, 18 Desember 2025, di Jakarta.
Dia menjelaskan bahwa kebutuhan listrik untuk proyek Fase II SGAR Mempawah mencapai 1,2 gigawatt (GW). Pasokan listrik akan disediakan oleh enam unit pembangkit listrik, masing-masing berkapasitas 200 megawatt (MW).



