【Berita Nikel SMM】 Menurut APNI, Indonesia akan Merevisi Formula Harga Nikel pada Awal 2026

Telah Terbit: Dec 19, 2025 09:44

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyatakan bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merevisi formula Harga Patokan Nikel (HPM) pada Januari atau Februari 2026.

Perubahan besar dalam revisi ini adalah pengakuan mineral ikutan, khususnya Kobalt, sebagai komoditas terpisah yang dikenakan royalti. Saat ini, kandungan kobalt dalam bijih nikel seringkali tidak dikenakan pajak dan tidak dihargai, meskipun nilainya tinggi dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik (katoda NMC).

Sorotan Utama menurut APNI:

- Sumber Pendapatan Baru: Dengan mengenakan royalti pada kobalt (bahkan pada konsentrasi kecil ~0,1%), negara berpotensi memperoleh pendapatan tambahan sebesar US$600 juta.

- Royalti yang Diusulkan: Pemerintah mempertimbangkan tarif tunggal 1,5% untuk kobalt dan 2% untuk kobalt yang terkait dengan matte nikel.

- Keadilan bagi Penambang: APNI berargumen bahwa memonetisasi mineral ikutan seperti kobalt dan besi (Fe) merupakan alternatif yang lebih baik daripada menaikkan tarif royalti progresif pada nikel itu sendiri, guna memastikan iklim usaha yang "adil".

- Perubahan Struktural: Revisi mungkin mencakup perubahan unit transaksi dari US$/DMT menjadi US$/unit nikel murni, selaras dengan standar pasar internasional.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
12 jam yang lalu
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Baca Selengkapnya
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Indonesia telah mengonfirmasi rincian pelaksanaan Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) No. 21/2026, yang berlaku untuk pemberitahuan pabean ekspor (PPE) mulai 1 September 2026. Pemerintah mengidentifikasi 64 eksportir pertambangan, atau sekitar 12% dari 537 eksportir yang ditinjau, saat ini memenuhi kriteria kelayakan. Eksportir yang memenuhi syarat harus berbadan hukum PT Indonesia, bergerak di sektor pertambangan, dan memiliki setidaknya satu pemegang saham dari negara yang ditetapkan, yaitu AS, Tiongkok, Hong Kong, Australia, atau Kanada, dengan kepemilikan saham minimal 10%. Daftar eksportir yang memenuhi syarat akan ditinjau setiap bulan. Pemerintah juga telah menetapkan 15 bank valuta asing untuk penempatan DHE SDA berdasarkan Pasal 18A, yang terdiri dari lima bank BUMN dan 10 bank non-BUMN. Hal ini memungkinkan eksportir yang memenuhi syarat untuk menempatkan DHE SDA yang diwajibkan pada bank non-BUMN yang ditunjuk, memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola hasil ekspor.
12 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
13 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 03 Sep 2026.
13 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
14 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Baca Selengkapnya
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
[SMM Kilat Nikel] Berita 3 September: Meskipun harga nikel mengalami rebound, pasar NPI kadar tinggi sulit untuk membalikkan fundamentalnya yang lemah, dan pasar kekurangan likuiditas. Pabrik baja terus mempertahankan tingkat harga yang dapat diterima di kisaran rendah, dan selisih harga yang signifikan masih terjadi antara penawaran hulu dan tingkat harga psikologis pabrik baja. Premi untuk kargo unit nikel tinggi telah menyempit secara signifikan, dan sebagian besar lembaga masih memiliki pandangan bearish terhadap pasar forward.
14 jam yang lalu
Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menyatakan bahwa Kementerian - Shanghai Metals Market (SMM)