Dengan pertumbuhan produksi besi reduksi langsung (DRI) dan proyek-proyek yang direncanakan, kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) akan membutuhkan lebih banyak pelet DR berkualitas tinggi dalam waktu dekat. Hal ini dibahas dalam Konferensi Baja dan Besi Timur Tengah (MEIS) yang diadakan pekan lalu.
Kapasitas reduksi langsung di kawasan MENA (tidak termasuk Iran) diperkirakan akan tumbuh sebesar 21-23 juta ton dalam 2-3 tahun ke depan, asalkan semua proyek besar diluncurkan tepat waktu.
Akibatnya, permintaan pelet DR di kawasan ini kemungkinan akan mencapai 85-90 juta ton. Hal ini menandakan kekurangan pasaran yang diperkirakan untuk produk ini dalam jangka pendek dan fakta bahwa baik produksi lokal maupun impor akan dibutuhkan.
Untuk memenuhi permintaan tambahan sebesar 30-40 juta ton, pemasok global berupaya meningkatkan kapasitas. Misalnya, perusahaan pertambangan Brasil Samarco berencana mencapai volume produksi 26 juta ton pelet pada tahun 2028, dibandingkan dengan 15-16 juta ton pada tahun 2025.
Meskipun lingkungan mendukung, produsen pelet menghadapi banyak tantangan, yang utama adalah jenis dan kualitas bijih besi. Sumber daya bahan baku berkualitas tinggi semakin menipis, sehingga pengayaan sangat penting. Masalah lainnya termasuk logistik, perizinan, dan pasokan air.
Diperkirakan sebagian permintaan di kawasan MENA akan dipenuhi oleh produsen lokal. Namun, pasar pelet DR akan tetap defisit hingga tahun 2030, dan sebagian besar produk kemungkinan akan berasal dari produsen yang sudah ada seperti Vale.

![Harga Magnesium Naik Tiga Sesi Berturut-turut! Sisi Biaya Tetap "Membara" Sementara Sisi Permintaan Kesulitan Mengambil Alih [Komentar SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/EutUV20251217171724.jpeg)
![[SMM inventaris batu bara kokas dan kokas] Minggu ini, inventaris kokas di perusahaan kokas mencapai 449.000 ton](https://imgqn.smm.cn/usercenter/EXHJE20251217171720.jpg)
