Perusahaan Indonesia Adaro Minerals (ADMR) menyatakan bahwa pabrik peleburan aluminium baru yang dibangun di Kalimantan Utara akan mulai beroperasi pertengahan Desember, menandai langkah penting dalam upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral domestik. Terletak di pulau Kalimantan, fasilitas ini diperkirakan akan menjadi salah satu proyek aluminium utama di Indonesia.
Wito Krisnahadi, Presiden Kalimantan Aluminium, menunjukkan bahwa pabrik peleburan akan mulai produksi mulai bulan depan, dengan output secara bertahap meningkat hingga awal tahun depan. Dia memproyeksikan bahwa pada Oktober 2026, produksi tahunan pabrik akan mencapai 500.000 ton. Selain target Fase 1, perusahaan telah menetapkan tujuan jangka panjang untuk memperluas proyek Kalimantan Utara, meningkatkan kapasitas tahunannya menjadi 1,5 juta ton.
Pada 2023, Indonesia memberlakukan larangan ekspor bauksit untuk mendorong investasi dalam produksi alumina dan aluminium primer domestik. Pengembangan saat ini merupakan langkah krusial lainnya menuju swasembada dalam produksi alumina dan aluminium.

![Persediaan Billet Aluminium Turun 28.500 Ton Lagi dalam Sepekan, Biaya Pemrosesan Menunjukkan Pola "Selatan Kuat, Timur Lemah" [Tinjauan Mingguan Billet Aluminium SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/hRRxy20251217171652.jpg)

