Menurut kebiasaan Tiongkok, pada Oktober 2025, impor tembaga olahan Tiongkok totalnya 282,100 ton, turun 15,61% secara bulanan dan 21,50% secara tahunan。 Ekspor mencapai 65,900 ton, mencatat kenaikan tajam 149,47% MoM dan melonjak 541,88% YoY。
Impor: Gangguan Pasokan Afrika Muncul, Keragaman Impor Menurun
Impor katoda tembaga dari Afrika mengalami penurunan signifikan bulan ini。 Republik Demokratik Kongo (RDK) tetap menjadi pemasok terbesar Tiongkok dengan 102,600 ton, mencakup 36,36% dari total impor。 Namun, volume ini turun 15,36% MoM dan tajam 29,33% YoY。 Penurunan ini terutama disebabkan oleh masalah yang terus-menerus di wilayah tersebut, termasuk pasokan listrik yang tidak stabil, kekurangan asam sulfat, dan kemacetan di pelabuhan, yang semuanya mengganggu pengiriman smelter。 Secara keseluruhan, keragaman sumber impor tembaga Tiongkok terus menyempit, dengan lebih dari 60% total impor pada Oktober berasal hanya dari tiga negara teratas—sebagian besar merupakan merek tidak terdaftar。
Ekspor: Jendela Ekspor Dibuka Kembali Secara Kontra-Siklus
Di sisi ekspor, Tiongkok mengirim 65,900 ton tembaga olahan pada Oktober, mewakili peningkatan 149,47% MoM dan lonjakan 541,88% YoY。 Kenaikan tajam ini terutama didorong oleh dibukanya kembali jendela arbitrase ekspor secara kontra-siklus。 Secara domestik, kenaikan cepat harga tembaga menekan konsumsi hilir, mendorong smelter untuk melepas inventaris ke luar negeri。 Secara eksternal, permintaan spot untuk tembaga tetap kuat—terutama di Taiwan dan Asia Tenggara, di mana pemeliharaan musiman menyebabkan pasokan ketat dan mendukung premi。 Bersama-sama, Taiwan, Thailand, Vietnam, dan Indonesia menyumbang lebih dari 65% dari total ekspor。 Selain itu, jendela arbitrase COMEX-LME dibuka kembali sementara pada pertengahan hingga akhir Oktober, menyebabkan beberapa pedagang mengirim tembaga ke AS untuk peluang arbitrase。
Prospek:
Ke depan, permintaan tembaga domestik dan luar negeri diperkirakan tetap tertekan hingga akhir 2025。 Ekspor skala besar oleh smelter Tiongkok kecil kemungkinannya untuk secara signifikan mempersempit kesenjangan harga impor-ekspor。 Pada saat yang sama, gangguan logistik semakin intensif, menyulitkan jendela impor untuk tetap terbuka lebar。Akibatnya, impor bersih tembaga China kemungkinan tetap rendah secara tahunan.
![[Kilas | Imacec Juli Chili Turun 1,5% YoY, Penurunan Bulanan Terdalam Sejak 2022 karena Pertambangan Anjlok 9,3%]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yunIW20251217171723.jpeg)

![Pesanan Baru Hilir Melemah; Perusahaan Batang Tembaga Kurangi Produksi dan Stok [Tinjauan Mingguan Batang Katoda Tembaga SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qcyEh20251217171709.jpg)
