Bijih Nikel
Pada pertengahan November, harga bijih nikel Indonesia menunjukkan tren penurunan. Dalam hal harga patokan, patokan domestik bijih nikel Indonesia untuk paruh pertama Oktober adalah USD 14,999 per ton metrik kering, turun 0,51% dari periode sebelumnya. Untuk premi, menurut data SMM tentang premi bijih nikel laterit domestik Indonesia, kadar 1,4% rata-rata USD 22, kadar 1,5% rata-rata USD 25,5, dan kadar 1,6% rata-rata USD 26. Harga kirim untuk bijih laterit berkadar Ni 1,6% di Indonesia adalah USD 51,5–53,5 per ton metrik basah, turun USD 0,2 per ton metrik basah. Untuk bijih hidrometalurgi, harga kirim untuk kadar Ni 1,3% tetap stabil di USD 24–26 per ton metrik basah, tidak berubah dari minggu lalu.
- Bijih Pirometalurgi:
Di sektor pirometalurgi, sebagian Sulawesi akan memasuki musim hujan, sementara Pulau Halmahera masih berada dalam musim kemarau. Secara keseluruhan, produksi sejauh ini belum terpengaruh. Di sisi produksi, seiring mendekatnya akhir tahun, beberapa perusahaan memiliki kuota RKAB yang tersisa relatif terbatas. Namun, tambang dengan kuota sisa yang lebih besar akan terus meningkatkan output. Dari perspektif pertambahan, pertumbuhan produksi bijih nikel telah melambat. Selain itu, tinjauan berkelanjutan oleh Kelompok Kerja Kehutanan Indonesia terus menimbulkan gangguan minor terhadap pengiriman saat ini. Dari sudut pandang RKAB, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menurunkan target produksi nikel 2026, menyusul keputusan Kementerian Perindustrian membatasi izin smelter baru karena kelebihan pasokan global dan domestik. Dirjen Mineral dan Batubara ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 akan disesuaikan berdasarkan permintaan pasar dan diperkirakan lebih rendah dari level tahun ini sekitar 319 juta ton. Di sisi permintaan, beberapa smelter Indonesia masih dalam fase pengisian ulang stok menjelang akhir tahun. Namun, antusiasme pengadaan keseluruhan tidak lagi seagresif bulan lalu, mengingat ketidakpastian seputar persetujuan RKAB mendatang. Siklus persediaan smelter diperkirakan akan meningkat sedikit pada akhir tahun depan.Secara keseluruhan, Indonesia menghadapi potensi penurunan pasokan bijih nikel, dan bersama dengan margin biaya negatif yang terus berlangsung dalam produksi NPI, faktor-faktor ini diperkirakan akan mendukung pasar dan menjaga premi bijih nikel tetap stabil ke depan.
- Bijih Hidrometalurgi:
Dari perspektif bijih limonit, sisi pasokan tetap relatif stabil, dengan produksi keseluruhan stabil dan bahkan agak berlimpah. Dari sisi permintaan, beberapa smelter HPAL telah sedikit meningkatkan pengadaan bijih mereka, meskipun tingkat persediaan mereka tetap relatif cukup. Dengan ketidakpastian seputar alokasi RKAB baru dan ekspektasi kuota yang berkurang, harga bijih nikel proses basah diperkirakan akan tetap stabil dalam jangka pendek, dengan potensi penurunan yang terbatas.
Nickel Pig Iron
“Harga Tender Pabrik Baja Arus Utama Turun Tajam; Harga NPI Bermutu Tinggi Berada di Bawah Tekanan Turun”
Harga rata-rata NPI 10-12% SMM turun sebesar RMB 12,8 per unit nikel dari minggu sebelumnya menjadi RMB 896,8 per unit nikel (ex-works, termasuk pajak), sementara indeks FOB NPI Indonesia turun sebesar USD 1,49 per unit nikel menjadi USD 110,88 per unit nikel. Tren penurunan didorong oleh kerugian akibat tekanan biaya yang terus berlanjut di pabrik-pabrik baja tahan karat hilir, ditambah dengan keunggulan biaya stabil dari besi bekas stainless steel, yang menyebabkan peningkatan penggunaan besi bekas dan permintaan NPI yang lebih lemah. Selama musim off-season tradisional, permintaan terminal tetap lemah, dan harga NPI bermutu tinggi menembus level terendah sejarah. Sementara itu, sebuah pabrik baja besar merilis harga tender dan menyelesaikan transaksi puluhan ribu ton, mendorong harga terus turun. Di sisi pasokan, penurunan harga NPI bermutu tinggi yang terus berlanjut telah menyebabkan produsen hulu menahan penawaran spot. Harga saat ini telah mendorong beberapa smelter NPI Indonesia mengalami kerugian, secara signifikan melemahkan kesediaan mereka untuk menjual. Di sisi permintaan, sebuah pabrik baja tahan karat arus utama merilis harga tender dan melakukan pengadaan beberapa puluh ribu ton selama minggu tersebut, meningkatkan aktivitas permintaan hilir. Namun, volume transaksi keseluruhan tetap terbatas. Ketidakseimbangan pasokan-permintaan pasar semakin dalam, dan kondisi kelebihan pasokan terus berlanjut. Menjelang minggu depan, permintaan hilir diperkirakan akan tetap lemah sementara pasokan tetap relatif stabil. Harga NPI berkualitas tinggi kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan kenaikan.



