I. Rincian Komprehensif Pengurangan Proyek Hidrogen Global Menjadi Setengahnya
(I) Pasar AS:
Sebagai pemain kunci dalam industri hidrogen global, AS akhir-akhir ini mencatat penyesuaian proyek yang sangat sering terjadi. PlugPower resmi mengumumkan penghentian enam proyek hidrogen hijau besar yang sedang dibangun di Texas, New York, dan lokasi lainnya. Pada siaran konferensi pengumuman hasil Q3 2025, perusahaan tersebut eksplisit menyatakan bahwa keputusan ini berasal dari "masalah kelayakan ekonomis" dan "perubahan kondisi pasar". CEO Andy Marsh menekankan bahwa perusahaan akan mengalihkan dana ke pasar pasokan listrik cadangan pusat data yang memiliki pengembalian lebih cepat. Pergeseran strategis ini juga mencerminkan secara tidak langsung tekanan penghasilan yang dihadapi oleh proyek hidrogen hijau.
(II) Pasar Tiongkok:
Proyek hidrogen hijau Tiongkok juga menunjukkan kecenderungan penyesuaian yang terlihat nyata. Proyek Demonstrasi Kawasan Terpadu Rendah Karbon Hidrogen Amonia+Infrastruktur Tenaga Angin dan Surya Sejuta Kilowatt Zona Teknologi Tinggi Alasha Milik Negara juga mengumumkan bahwa mereka akan menghibahkan sukuan pembangunannya secara sukarela, dengan eksplisit menyatakan "meningat penurunan harga pasar amonia hijau saat ini, kelayakan ekonomis proyek tidak memenuhi harapan, gagal memenuhi persyaratan perusahaan induk, dan tidak dapat mencapai koneksi jaringan penuh seperti yang disetujui". Pembatalan proyek-proyek ini mencerminkan tantangan praktis yang dihadapi oleh industri hidrogen hijau Tiongkok dalam upaya peningkatan skala. Investasi besar yang diperlukan untuk proyek terpadu tenaga angin-surya-hidrogen-amonia memberikan tuntutan yang lebih ketat terhadap pengembalian investasi. Ketika kondisi pasar tidak dapat memenuhi harapan penghasilan, perusahaan dengan rasional memilih untuk keluar secara proaktif.
(III) Lingkup Global:
Di luar pasar AS dan Tiongkok, proyek hidrogen hijau di banyak wilayah lainnya juga telah mengurangi kapasitas atau menyusut lingkup wilayahnya akibat berbagai masalah. Fortescue dari Australia mengumumkan pemotongan biaya penelitian dan pengembangan hidrogennya di Australia dan pengurangan staf, serta mengalihkan sumber daya ke pasar internasional seperti Maroko dan Brasil. Masdar dari UAE mengalihkan investasi hidrogen hijau "milyaran dolar AS" menjudu AI dan pusat data, dengan daya dari proyek surya gurun senilai $6 milyar sekarang didiversikan ke pusat data.Proyek Catalina Spanyol mengurangi target kapasitas hidrogen hijau tahun 2030 sebesar 63%. Raksasa energi Jerman E.ON membatalkan proyek hidrogen hijau domestik 20MW dan menarik diri dari rencana pipa H₂Ruhr.
II. Empat Alasan Mendasar untuk “Pembelahan” Proyek Hidrogen Hijau
(A) “Batas Atas” Biaya: Selisih Harga Antara Hidrogen Hijau dan Konvensional Sulit Dijembatani
Kurangnya daya saing harga adalah alasan paling kritis bagi meredanya minat terhadap proyek hidrogen hijau. Saat ini, terdapat kesenjangan signifikan antara biaya produksi hidrogen hijau secara global dengan hidrogen abu-abu konvensional, di mana harga hidrogen hijau sekitar tiga kali lebih tinggi daripada hidrogen abu-abu. Selisih harga ini menghalangi pengguna hilir di industri seperti sektor industri dan transportasi.
(B) “Kekosongan” Permintaan Pasar: Aplikasi Hilir Belum Mencapai Skala dan Meningkatkan Permintaan
Perkembangan industri hidrogen hijau bergantung pada penyerapan efektif dari pasar hilir. Namun, permintaan global untuk hidrogen hijau belum mencapai skala pertumbuhan, mengakibatkan situasi canggung yang meluas berupa “memiliki kapasitas tetapi tidak memiliki pasar.” Sektor industri, sebagai konsumen utama hidrogen, mencakup perusahaan-perusahaan di industri baja, kimia, dan lainnya yang, karena tekanan biaya, masih sangat bergantung pada hidrogen abu-abu konvensional dan menunjukkan penerimaan yang rendah terhadap hidrogen hijau. Kurangnya perjanjian pembelian jangka panjang yang stabil telah menjadi alasan langsung bagi pembatalan banyak proyek.
(C) “Pembalikan” Kebijakan: Pengurangan Subsidi dan Ketidakpastian Regulasi Meningkatkan Risiko Investasi
Dukungan kebijakan adalah pendorong penting pada tahap awal industri hidrogen hijau. Namun, penyesuaian kebijakan hidrogen di banyak belahan dunia baru-baru ini telah sangat merusak kepercayaan investasi perusahaan. Pengakhiran dini kebijakan kredit pajak 45V AS menyebabkan beberapa proyek beralih langsung dari profitabilitas menjadi kerugian. Pada saat yang sama, kompleksitas metode perhitungan kredit pajak menyulitkan banyak proyek untuk memenuhi kondisi subsidi, semakin mengurangi daya tarik kebijakan. Di UE, meskipun strategi hidrogen masih berjalan, arah kebijakan secara bertahap menjadi lebih hati-hati.Negara-negara lain juga menyesuaikan kebijakan hidrogen mereka, beralih dari ekspansi agresif ke investasi rasional.
(D)Pemutusan Pendanaan:Kendala Ganda Siklus Pengembalian Investasi Panjang dan Tekanan Pendanaan
Proyek hidrogen hijau dicirikan oleh skala investasi besar dan siklus pengembalian panjang, yang bertentangan dengan preferensi pasar modal untuk pengembalian jangka pendek.Periode pengembalian yang lama telah menghalangi banyak investor.
III. Karakteristik Umum Proyek "Bertahan":Elemen Kunci untuk Kelayakan Ekonomi
Di tengah banyaknya proyek hidrogen hijau global yang "terhenti di tengah jalan," beberapa proyek terus berjalan.Sebagian besar proyek ini berlokasi di daerah yang kaya akan energi terbarukan, seperti Timur Tengah dan Afrika Utara, di mana sumber daya matahari dan angin yang melimpah secara signifikan mengurangi biaya listrik.Pada saat yang sama, proyek-proyek ini sering terletak dekat dengan pengguna hidrogen utama seperti industri baja dan kimia, mengurangi biaya transportasi dan menciptakan model "produksi lokal, konsumsi lokal," yang secara efektif meningkatkan ekonomi proyek.
IV. Kesimpulan:Kegelapan Sebelum Fajar—Industri Hidrogen Hijau Perlu Terobosan Rasional
Fenomena proyek hidrogen hijau yang "terhenti di tengah jalan" bukanlah tanda penurunan industri, melainkan masalah tumbuh yang tak terhindarkan saat sektor ini bertransisi dari validasi konsep ke komersialisasi.Tantangan inti yang saat ini dihadapi industri hidrogen hijau global pada dasarnya berasal dari ketidaksesuaian antara kematangan teknologi, daya saing biaya, permintaan pasar, dan dukungan kebijakan.Namun, dari perspektif tren transisi energi yang lebih luas, hidrogen hijau adalah jalur yang tak terhindarkan.Tidak perlu terburu-buru, juga tidak ada alasan untuk putus asa.Pendekatan yang tenang dan rasional sangat penting untuk menembus kebuntuan saat ini.



