Menurut laporan, Kementerian Pertahanan AS berencana mengadakan pembelian mineral kritis senilai hingga $1 miliar sebagai bagian dari upaya terbaru untuk memperkuat keamanan pasokan logam dan memastikan ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan untuk sistem pertahanan dan teknologi canggih AS. Berdasarkan dokumen terbaru yang dirilis oleh Defense Logistics Agency (DLA), inisiatif ini menandai salah satu ekspansi terbesar cadangan material strategis AS dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi Kementerian Pertahanan AS, menjamin pasokan stabil mineral kritis seperti kobalt, antimon, tantalum, dan skandium telah menjadi prioritas strategis. Material-material ini tertanam di hampir semua sistem senjata canggih dan platform radar, serta merupakan komponen inti dari panduan misil, baterai, dan teknologi komunikasi.
Menurut tender terbaru DLA, alokasi dana mencapai $500 juta untuk kobalt, $245 juta untuk antimon dari US Antimony Corporation, $100 juta untuk tantalum, dan sekitar $45 juta untuk skandium dari Rio Tinto (RIO.US) serta APL Engineered Materials di Illinois. Seorang eksekutif industri menyatakan bahwa rencana ini menunjukkan "pemerintah AS telah menyadari secara mendalam pentingnya strategis mineral-mineral tersebut" dan semakin berkomitmen untuk memperkuat kapasitas produksi domestik.


![[Kontrak berjangka aluminium melanjutkan pemulihan dengan pusat bergerak lebih tinggi; aluminium spot tetap stabil di semua lini; pertumbuhan pasokan terus membebani harga - Komentar Pagi Alumina SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/kxYyQ20251217171651.jpg)
