Permintaan baja di Timur Tengah meningkat 2,8% secara tahunan menjadi 59,5 juta ton pada tahun 2025. Permintaan utama berasal dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Pada tiga kuartal pertama 2025, Arab Saudi dan UEA mengimpor 4,06 juta ton dan 4,24 juta ton baja dari Tiongkok, masing-masing meningkat 24,5% dan 10,7% secara tahunan.
Impor baja UEA dari Tiongkok terutama digunakan untuk konstruksi, menyumbang 70% dari total. Besi beton menyusun 40% hingga 50%, kawat baja 20% hingga 25%, dan pelat baja 15% hingga 20%. Produk-produk ini utamanya digunakan untuk proyek properti dan infrastruktur, pengolahan besi beton, produksi komponen kecil, serta struktur baja untuk pabrik dan plaza industri.
Beberapa pelaku pasar menyatakan bahwa ekspor baja Tiongkok mengalami permintaan kuat di pasar Timur Tengah, terutama didorong oleh kebijakan dan proyek infrastruktur di Arab Saudi dan UEA.



