[SMM Aluminum Express News] Tiga investor institusional telah menyatakan niat untuk mengembangkan kawasan industri terpadu di Kecamatan Pulau Hanaut, dengan komitmen awal sebesar Rp 50 triliun dan potensi eksposur agregat mencapai Rp 160 triliun, diungkapkan oleh Direktur DPMPTSP Diana Setiawan pada 20 Oktober 2025. Ruang lingkup mencakup peleburan bauksit (dua pelaku, berlokasi dekat Desa Ganepo), peningkatan nilai batubara, pemurnian silika dan zirkon, serta kawasan ekonomi berfasilitas lengkap yang mencakup pembangkit listrik khusus dan infrastruktur pendukung perhotelan. Satu pelaku telah mengajukan permohonan izin investasi formal; penilaian kelayakan teknis geoteknik dan ekonomi pra-kelayakan masih berlangsung, dengan keterlibatan pemangku kepentingan ditunda hingga finalisasi lokasi.
Setiawan menginstruksikan pemerintahan kecamatan dan desa untuk mempercepat audit kadaster, memverifikasi instrumen kepemilikan (Hak Milik, SKT, dll.) guna mengurangi risiko laten kepemilikan lahan sebelum tahap akuisisi. "Inisiatif ini merupakan kawasan ekonomi khusus yang mandiri, bukan fasilitas pengolahan terpisah," tegasnya.
![Harga aluminium sedikit terkoreksi, nada lemah tidak berubah [Ulasan harian aluminium spot SMM China Selatan]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/ECUsL20251217171652.jpg)

