[SMM Aluminum Express News] PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) sedang memajukan rencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya secara signifikan dengan membangun smelter aluminium baru. Studi Kelayakan Bankable (BFS) saat ini sedang berlangsung, mengevaluasi skenario kunci untuk lokasi pabrik, baik di dekat sumber energi maupun dekat sumber bahan baku alumina di Mempawah, Kalimantan Barat. Studi ini ditargetkan selesai pada awal 2026.
Setelah BFS, Keputusan Investasi Final (FID) diharapkan dapat dilakukan, dengan fase konstruksi proyek diperkirakan memakan waktu tiga tahun. Tujuannya adalah memulai produksi pada 2028-2029. Fokus utama studi ini adalah mengamankan pasokan energi yang andal dan ekonomis. Sementara smelter Kuala Tanjung milik INALUM yang ada menggunakan tenaga air untuk memproduksi "Aluminium Hijau" untuk pasar ekspor, fasilitas Mempawah yang baru sedang mempertimbangkan pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) karena biaya batubara domestik yang rendah, membuat ekspansi ini layak secara ekonomi. Strategi ini akan menciptakan dua merek produk: aluminium hijau bersertifikat dari Kuala Tanjung dan produk yang lebih kompetitif secara harga dari Mempawah untuk konsumsi domestik. Perusahaan juga terbuka untuk integksi energi terbarukan di masa depan. Ekspansi ini diproyeksikan akan meningkatkan total produksi aluminium INALUM dari saat ini 277,000 ton per tahun menjadi 600,000 ton per tahun.



