SMM memproyeksikan HPM bijih lokal Indonesia pada paruh pertama November akan mengalami penurunan ringan sebesar 0.44%. HMA paruh pertama November diperkirakan mencapai US$15.075/dmt, turun US$67/dmt.
SMM memproyeksikan patokan HPM bijih lokal Indonesia (MC35%) untuk paruh pertama November sebagai berikut:
- HPM bijih nikel kadar Ni 1.2%: US$15.29/wmt, turun US$0.07/wmt dibandingkan paruh kedua Oktober;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1.6%: US$26.65/wmt, turun US$0.12/wmt dibandingkan paruh kedua Oktober;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1.7%: US$29.98/wmt, turun US$0.13/wmt dibandingkan paruh kedua Oktober;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1.8%: US$33.51/wmt, turun US$0.15/wmt dibandingkan paruh kedua Oktober;
- HPM bijih nikel kadar Ni 2.0%: US$41.16/wmt, turun US$0.18/wmt dibandingkan paruh kedua Oktober.
Dari perspektif pasar bijih nikel, aktivitas perdagangan secara keseluruhan meningkat. Sementara para penambang berupaya memaksimalkan penjualan dari sisa kuota ekspor, para smelter aktif membangun persediaan untuk mengantisipasi potensi penundaan izin pertambangan (RKAB) tahun depan. Dinamika ini diperkirakan akan menciptakan potensi kenaikan premi pada bulan mendatang.
![[SMM Tinjauan Tengah Hari Nikel] Harga nikel rebound signifikan pada 3 September. Data ketenagakerjaan ADP AS Agustus dirilis mengejutkan lemah, sedikit meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qLeLR20251217171733.jpg)

![[SMM Tinjauan Harian Nikel Sulfat] Perdagangan Pasar Spot Lesu pada 3 September, Harga Nikel Sulfat Stabil](https://imgqn.smm.cn/usercenter/Btmsv20251217171733.jpg)
