[SMM Aluminum Express News] Morowali, Sulawesi Tengah – PT Hua Chin Aluminium Indonesia (HCAI) sedang menetapkan standar baru untuk manufaktur berkelanjutan di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Perusahaan telah menerapkan teknologi Dry-Scrubbing canggih untuk mengubah proses produksinya, dengan fokus pada efisiensi dan peningkatan signifikan terhadap lingkungan.
Sistem ini menangkap dan memurnikan gas buang dari peleburan aluminium, khususnya untuk memulihkan Hidrogen Fluorida (HF) yang berharga. Alih-alih dilepaskan, emisi ini diolah untuk mengambil kembali HF, yang kemudian digunakan kembali dalam siklus produksi. Hal ini menciptakan sistem loop tertutup yang mengurangi konsumsi bahan baku dan meminimalkan dampak lingkungan.
Hasilnya terukur. Teknologi ini memungkinkan HCAI mencapai emisi yang sangat bersih, dengan kadar HF di bawah 0,6 mg/Nm³ dan debu di bawah 3 mg/Nm³. Secara ekonomi, proses pemulihan ini sangat berdampak, menghemat perusahaan sekitar Rp 32,3 miliar per tahun dengan mengurangi kebutuhan pembelian aluminium fluorida baru.
Inisiatif ini menunjukkan model ekonomi sirkuler yang berhasil, membuktikan bahwa pertumbuhan industri dan pelestarian lingkungan dapat dicapai secara bersamaan di sektor metalurgi Indonesia.
![Ringkasan Lengkap SMM Data Impor dan Ekspor Maret 2026 [Data SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/EFLYr20251217171714.jpeg)
![[Analisis SMM] Sentimen Pengadaan Pasar yang Hati-hati, Biaya Pemrosesan Batang Aluminium Terus Bersaing di Level Rendah](https://imgqn.smm.cn/usercenter/EVjRH20251217171653.jpg)

