Goldman Sachs memiliki pandangan yang relatif pesimis terhadap harga aluminium di masa depan: Harga aluminium LME diperkirakan akan turun dari posisi saat ini sebesar $2,700 per metrik ton menjadi titik terendah $2,350 per metrik ton pada kuartal IV 2026, meskipun proyeksi terendah ini lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar $2,100 untuk Maret 2026.
Seiring dengan meluasnya surplus pasar dari 400,000 metrik ton pada 2025 menjadi 1,5–2 juta metrik ton dari 2026 hingga 2027, harga aluminium diperkirakan akan terus mengalami penurunan. Peningkatan produksi di Indonesia akan membatasi ruang kenaikan harga aluminium, yang tidak diantisipasi untuk pulih ke level $2,650 per metrik ton sebelum 2030.



