Berdasarkan aturan yang disetujui oleh Dewan Multi-Pemangku Kepentingan SSI, mulai 1 Januari 2027, setidaknya 80% modul fotovoltaik (PV) yang memasuki Kawasan Ekonomi Eropa (EEA), Swiss, dan Inggris Raya harus berasal dari basis produksi yang tersertifikasi sesuai standar Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) serta standar keterlacakan rantai pasok SSI. Pada 1 Januari 2028, proporsi ini akan ditingkatkan menjadi 100%.
Sementara itu, regulasi baru menetapkan bahwa mulai 1 April 2026, perusahaan anggota SSI harus menyerahkan kepada Sekretariat daftar seluruh basis produksi operasional mereka beserta lokasinya, kapasitas produksi tahunan setiap basis, serta tanggal dan hasil penilaian ESG dan keterlacakan rantai pasok yang direncanakan. SSI akan menerbitkan laporan komprehensif anonim berdasarkan informasi yang terkumpul.
Didirikan pada tahun 2022, SSI diluncurkan bersama oleh SolarPower Europe (SPE) dan Solar Energy UK. Saat ini, anggotanya mencakup lebih dari 70% kapasitas manufaktur PV dunia, termasuk lebih dari 85GW kapasitas modul tersertifikasi.
![[Harga Modul PV Terdistribusi Terus Berbeda]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/CaHKo20251217171738.jpg)
![[Produsen lapisan atas masih menegosiasikan harga kaca PV]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/AuVub20251217171738.jpg)
![[Solar: Bangladesh memperkenalkan tarif $0,086/kWh untuk PLTS atap net-metering dengan target 5 GW]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/zvkUO20251217171743.jpg)
