SMM memperkirakan HPM bijih lokal Indonesia pada paruh pertama Oktober akan mengalami kenaikan tipis dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 0,68%. HMA untuk paruh pertama Oktober diproyeksikan sebesar USD 15,102/dmt, meningkat USD 102/dmt.
SMM memproyeksikan HPM patokan untuk bijih lokal Indonesia (MC35%) pada paruh pertama Oktober sebagai berikut:
- HPM bijih nikel kadar Ni 1,2%: USD 15,31/wmt, naik USD 0,10/wmt dibandingkan paruh kedua September;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1,6%: USD 26,7/wmt, naik USD 0,18/wmt dibandingkan paruh kedua September;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1,7%: USD 30,04/wmt, naik USD 0,20/wmt dibandingkan paruh kedua September;
- HPM bijih nikel kadar Ni 1,8%: USD 33,57/wmt, naik USD 0,23/wmt dibandingkan paruh kedua September;
- HPM bijih nikel kadar Ni 2,0%: USD 41,23/wmt, naik USD 0,28/wmt dibandingkan paruh kedua September.
Secara keseluruhan, harga HPM periode pertama Oktober mengalami kenaikan tipis. Dari perspektif pasar bijih nikel, pasar saat ini dihadapi ketidakpastian seiring pemerintah memperketat pengawasan, termasuk penangguhan sementara izin pertambangan (IUP). Meskipun dampak signifikan belum terlihat pada pasokan, hal ini memberikan dukungan harga bagi bijih nikel ke depannya, dengan potensi penurunan yang terbatas.
![[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal](https://imgqn.smm.cn/usercenter/CWsEw20251217171732.jpeg)


