Sejak kecelakaan aliran lumpur di tambang tembaga Grasberg Indonesia pada 8 September, dua pekerja telah dikonfirmasi meninggal dan lima lainnya masih dinyatakan hilang. Sebagai tambang tembaga terbesar kedua di dunia, Grasberg telah ditutup sepenuhnya selama hampir dua minggu. Perusahaan telah menyatakan force majeure pada pasokan kontrak, dan pasar kini memperhitungkan dampak pasokan yang lebih luas.
Menurut laporan media, output tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) pada 2026 dapat turun sekitar 35% dari perkiraan sebelumnya (sebelumnya diproyeksikan 1,7 miliar pon tembaga dan 1,6 juta ons emas). Grasberg menyumbang sekitar 3% dari produksi tembaga global pada 2024, dan gangguan ini dapat mengurangi sementara pasokan tembaga tambang global sekitar 2,2%.
Pada malam 24 September waktu Beijing, tembaga LME melonjak di atas US$10.250/ton, menandai rekor tertinggi year-to-date.



