SMM memperkirakan bahwa HPM bijih lokal Indonesia pada paruh kedua September akan sedikit meningkat dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 0,68%. HMA untuk paruh pertama September diperkirakan sebesar USD 15.000/dmt, turun USD 100/dmt.
SMM memperkirakan bahwa patokan HPM untuk bijih lokal Indonesia (MC35%) pada paruh kedua September adalah sebagai berikut:
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 1,2%: USD 15,21/wmt, naik USD 0,10/wmt dibandingkan paruh pertama September;
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 1,6%: USD 26,52/wmt, naik USD 0,18/wmt dibandingkan paruh pertama September;
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 1,7%: USD 29,84/wmt, naik USD 0,20/wmt dibandingkan paruh pertama September;
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 1,8%: USD 33,35/wmt, naik USD 0,22/wmt dibandingkan paruh pertama September;
- HPM untuk bijih nikel kadar Ni 2,0%: USD 40,95/wmt, naik USD 0,27/wmt dibandingkan paruh pertama September.
Secara keseluruhan, harga HPM untuk periode kedua September sedikit meningkat dibandingkan periode pertama September. Menjelang akhir kuartal ketiga, sebagian besar wilayah Sulawesi telah memasuki musim kemarau, dengan beberapa bagian Halmahera mengalami musim yang lebih baik dibandingkan minggu-minggu sebelumnya meskipun terjadi hujan ringan. Ke depan, pasokan bijih diperkirakan akan tumbuh dan dengan harga NPI yang terus meningkat, terdapat indikasi potensial baru bahwa harga bijih akan naik dalam beberapa bulan mendatang.



