Hingga tengah hari ini, kontrak timah SHFE yang paling banyak diperdagangkan (SN2510) ditutup pada 272.610 yuan/ton, turun 1,16% (penurunan 3.200 yuan) dari harga penyelesaian sebelumnya, dengan fluktuasi harian antara 271.540-279.010 yuan/ton. Sesi pagi terus menunjukkan pergerakan sideways yang lesu. Sementara itu, kontrak timah LME tiga bulan diperdagangkan pada $34.875/ton, turun tipis 0,21%, didukung oleh persediaan luar negeri yang ketat.
Meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga Fed AS pada September (probabilitas melebihi 80%) mendorong indeks dolar AS lebih rendah, memberikan dukungan sementara untuk harga logam. Namun, permintaan domestik selama puncak musim September-Oktober belum terwujud, dan transmisi kebijakan ke ekonomi riil menghadapi keterlambatan waktu. Kepercayaan pasar tetap lemah di sektor konsumsi tradisional seperti peralatan rumah tangga dan rantai properti. Selain itu, ketegangan perdagangan AS-China dan penyesuaian kebijakan izin ekspor RKAB Indonesia (dipersingkat menjadi satu tahun) telah meningkatkan ketidakpastian rantai pasokan, meredam sentimen bullish.
Timah SHFE diperkirakan akan mempertahankan pergerakan sideways dalam kisaran 265.000-275.000 yuan/ton dalam jangka pendek. Jika persediaan LME menurun lebih lanjut sore ini atau indeks dolar AS melemah, harga dapat menguji level resistensi 273.000 yuan. Sebaliknya, jika pengiriman bijih Myanmar pulih atau restok hilir tetap lesu, harga bisa mundur ke level support 268.000 yuan.
![SHFE timah ditutup di 412.910 pada sesi malam, turun 0,70%, karena posisi jual bertambah. Level 410.000 sedang diperebutkan oleh pembeli dan penjual [SMM Tin Morning News]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/reOma20251217171751.jpg)
![SHFE timah semalam naik 0,76% hingga berada di atas 418.000; probabilitas kenaikan suku bunga September turun menjadi 50,4% [Ringkasan Rapat Pagi Timah SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JnZMp20251217171752.jpg)

