----text start---
[Berita Terkini: Malaysia Menolak Pengawasan Entitas Tunggal untuk Industri Tanah Jarang] Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan (NRES) tidak berencana untuk mendirikan badan pusat untuk mengatur industri unsur tanah jarang (REE) di Malaysia. Keputusan ini sebagian besar didasarkan pada ketentuan konstitusi dan penolakan dari pemerintah negara bagian. Menteri Pelaksana Dato' Sri Johari Abdul Ghani menjelaskan bahwa beberapa pemerintah negara bagian menyampaikan kekhawatiran selama pertemuan, menganggap usulan tersebut sebagai upaya untuk menasionalisasi sumber daya mineral milik negara bagian. Selain itu, Dato' Sri Johari membantah klaim bahwa Malaysia mengusulkan untuk memasok unsur tanah jarang secara eksklusif ke AS sebagai taktik dalam negosiasi tarif perdagangan, menyatakan bahwa Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri telah menjelaskan bahwa tidak ada komitmen seperti itu dibuat terkait pasokan REE dalam pembicaraan tarif. Ketika membahas negosiasi dengan China, ia menyebutkan bahwa fokus saat ini adalah meningkatkan kerja sama bilateral dan mendorong pengembangan industri tanah jarang Malaysia sepanjang rantai nilai, termasuk pembangunan pabrik pengolahan. Ia juga menyebutkan bahwa China tetap hati-hati tentang apakah tanah jarang Malaysia dapat memenuhi permintaan industri hilirnya.
----text end---

![[SMM Ringkasan Pertemuan Pagi Logam Tanah Jarang] Oksida Pr-Nd sedikit rebound karena pemasok menahan harga, oksida terbium terus melemah, logam mengikuti kenaikan tetapi transaksi masih terbatas.](https://imgqn.smm.cn/usercenter/THqPM20251217171743.jpeg)

