[Permintaan Aluminium Global Stabil pada 2024, Siap untuk Pertumbuhan yang Stabil hingga 2030]
Menurut perkiraan industri, konsumsi aluminium global diperkirakan akan mencapai 101,3 juta ton pada 2024, meningkat menjadi 104,7 juta ton pada 2025, dan tumbuh menjadi 122 juta ton pada 2030—tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 3,15%. Pendorong utama pertumbuhan ini termasuk perluasan mobilitas listrik, peningkatan permintaan dalam kemasan, dan pemulihan bertahap di sektor konstruksi.
Wilayah Asia-Pasifik (termasuk Tiongkok) akan tetap menjadi pasar dominan, menyumbang 66% dari konsumsi global, diikuti oleh Amerika Utara sebesar 13% dan Eropa sebesar 12%. Sektor transportasi dan konstruksi secara bersama-sama mewakili 49% dari permintaan aluminium global. Dalam sektor transportasi, kendaraan listrik baterai (BEV) terus meningkatkan intensitas aluminium karena kebutuhan ringan, sementara permintaan konstruksi diperkirakan akan pulih dengan tingkat tahunan sebesar 3,1%, didukung oleh suku bunga yang lebih rendah yang mempengaruhi jalur proyek. Secara keseluruhan, meskipun ada perubahan dinamika kompetitif di berbagai wilayah, permintaan hilir tetap tangguh, menyiapkan panggung untuk siklus baru pertumbuhan berkelanjutan di pasar aluminium.



