Menurut laporan Mining Weekly yang mengutip Bloomberg, pemerintah AS telah memulai negosiasi dengan Kepulauan Cook mengenai pengembangan sumber daya mineral dasar laut.
Perjanjian ini diungkapkan pada saat perayaan 60 tahun otonomi Kepulauan Cook, dan kesepakatan tersebut mencakup pemetaan bersama zona ekonomi eksklusif negara kepulauan tersebut.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan dalam sebuah pengumuman pada tanggal 5 bahwa Kepulauan Cook adalah "salah satu wilayah dengan cadangan laut dalam paling kaya mineral".
Pada bulan April, Presiden Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menyerukan persetujuan yang dipercepat atas hak penambangan dasar laut.
Beberapa hari setelah Trump menandatangani perintah eksekutif tersebut, The Metals Company, sebuah perusahaan asal Kanada, melalui anak perusahaannya di AS, mengajukan permohonan pertama untuk penambangan dasar laut di perairan internasional berdasarkan undang-undang tahun 1980. Langkah sepihak ini, yang tidak memperhatikan hukum internasional, memicu kontroversi besar.
Penambangan dasar laut telah lama dianggap sebagai salah satu cara untuk memperluas pasokan logam seperti kobalt, nikel, dan mangan. Namun, pengembangan komersial masih jauh, dengan teknologi kunci yang belum terbukti dan menghadapi kritik lingkungan.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa "pengalaman penelitian dan teknologi maritim" AS akan berkontribusi pada pengembangan "sumber daya alam laut yang melimpah" di Kepulauan Cook.



