Pemerintah Ghana telah mencabut izin penambangan bauksit senilai 1,2 miliar dolar AS yang sebelumnya dimiliki oleh perusahaan lokal Rocksure International. Keputusan tersebut berdampak pada deposit Nyinahin Hills yang diperkirakan memiliki 376 juta ton bauksit, dan menandai perubahan strategis karena pemerintah berusaha untuk bermitra dengan perusahaan asing besar untuk mengembangkan lokasi tersebut.
Izin tersebut, bagian dari usaha patungan dengan Ghana Integrated Aluminium Development Corporation (GIADEC), dibatalkan karena tidak mendapatkan ratifikasi parlemen, seperti yang diwajibkan oleh putusan Mahkamah Agung tahun 2019. Rocksure memiliki 70% saham dalam usaha patungan tersebut, dengan GIADEC dan negara masing-masing memiliki 20% dan 10%.
Sekarang, Ghana dilaporkan sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan calon mitra, termasuk Emirates Global Aluminium (EGA) dan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang tidak disebutkan namanya. EGA, yang menandatangani nota kesepahaman dengan GIADEC pada bulan Juni, telah mengonfirmasi minatnya tetapi menyatakan bahwa belum ada kesepakatan yang mengikat yang telah dicapai. Ghana bertujuan untuk memulai penambangan di lokasi Blok B Nyinahin pada awal tahun 2026, dengan pembicaraan yang masih berlangsung.



