SMM 22 Juli Berita:
Menurut data dari Badan Umum Bea Cukai, impor foil tembaga China pada Juni 2025 mencapai sekitar 7.523,97 ton, turun 11,26% YoY dan 13,44% MoM. Dari Januari hingga Juni 2025, impor foil tembaga kumulatif China mencapai sekitar 46.599,92 ton, naik 0,06% YoY.

Pada Juni 2025, nilai impor foil tembaga China mencapai US$138,7259 juta, turun 5,25% YoY dan 11,38% MoM. Dari Januari hingga Juni 2025, nilai impor foil tembaga kumulatif China mencapai US$830,0618 juta, naik 6,06% YoY.

Pada Juni 2025, ekspor foil tembaga China mencapai sekitar 4.933,13 ton, naik 13,23% YoY dan turun 5,10% MoM. Dari Januari hingga Juni 2025, ekspor foil tembaga kumulatif China mencapai sekitar 26.496,86 ton, naik 9,32% YoY.

Pada Juni 2025, nilai ekspor foil tembaga China mencapai US$62,9824 juta, naik 11,62% YoY dan turun 6,47% MoM. Dari Januari hingga Juni 2025, nilai ekspor foil tembaga kumulatif China mencapai US$337,38 juta, naik 16,06% YoY.

Pada Juni 2025, defisit perdagangan impor-ekspor foil tembaga China mencapai sekitar US$75,74 juta, turun sekitar US$13,45 juta MoM dari US$89,19 juta pada Mei.
Berdasarkan negara, negara dan wilayah utama impor foil tembaga China (tidak termasuk foil paduan tembaga) pada Juni 2025 adalah Taiwan, Cina, Malaysia, dan Luksemburg, dengan impor masing-masing sebesar 3.976,32 ton, 637,07 ton, dan 528,60 ton.
Pada Juni 2025, negara dan wilayah utama ekspor foil tembaga China (tidak termasuk foil paduan tembaga) adalah Thailand, Arab Saudi, dan Indonesia, dengan ekspor masing-masing sebesar 941,60 ton, 460,24 ton, dan 363,49 ton.
Pada Juni 2025, baik impor maupun ekspor foil tembaga menurun MoM, terutama karena industri elektronik konsumen memasuki musim sepi tradisional dan penyesuaian dalam siklus persediaan perusahaan, yang menekan aktivitas impor-ekspor. Pada semester pertama 2025, impor foil tembaga kumulatif China meningkat sedikit sebesar 0,06% YoY, sedangkan ekspor kumulatif meningkat sebesar 9,32% YoY, secara signifikan mempersempit defisit perdagangan. Hal ini mencerminkan peningkatan kemampuan China untuk memproduksi secara mandiri foil tembaga kelas tinggi, seperti jenis frekuensi tinggi dan kecepatan tinggi (RTF, HVLP), dengan substitusi domestik secara langsung mengurangi ketergantungan pada impor.



