【SMM Berita Kilat】

Telah Terbit: Jul 17, 2025 10:47
【SMM Berita Kilat】Asosiasi Pertambangan Nikel Indonesia (APNI) telah mengusulkan untuk merevisi rumus HPM (Harga Patokan Pemerintah) agar mencakup nilai ekonomi besi dalam bijih saprolit dan kobalt dalam bijih limonit, yang belum dimonetisasi. Penyesuaian ini berpotensi meningkatkan HPM lebih dari 100%, tergantung pada karakteristik bijih dan efisiensi ekstraksi. Sekretaris Jenderal APNI Meidy Katrin Lengkey menekankan bahwa revisi ini dapat meningkatkan pendapatan negara tanpa menaikkan tarif royalti, sambil juga memberi manfaat bagi perusahaan pertambangan melalui margin yang lebih baik, peningkatan cadangan dari tingkat cut-off yang lebih rendah, nilai ekspor yang lebih tinggi dari produk hilir seperti NPI dan feronikel, serta memberi insentif bagi pengembangan teknologi ekstraksi. APNI juga merekomendasikan untuk memperbarui faktor korektif (CF) yang sudah usang untuk feronikel dan mengubah satuan harga dari US$/DMT menjadi US$/ton nikel murni atau US$/unit nikel sesuai dengan praktik pasar internasional. APNI mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera membentuk tim industri gabungan untuk merevisi rumus HPM, memastikan bahwa rumus tersebut mencerminkan biaya produksi dan nilai pasar saat ini, sehingga melindungi penambang lokal yang menghadapi tekanan keuangan yang kritis.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn