Pada 15 Juni 2025, Youyou Qu, Wakil Presiden ZHONGHYDROGEN dan kepala operasi luar negeri, memimpin sebuah delegasi bersama dengan penasihat global perusahaan Neil Bush (Ketua Yayasan George H.W. Bush untuk Hubungan AS-Tiongkok) untuk melakukan kunjungan lapangan selama seminggu mengenai strategi hidrogen di Riyadh, Arab Saudi. Delegasi tersebut mengadakan pertemuan intensif dengan entitas-entitas utama termasuk ACWA Power, raksasa air dan listrik Arab Saudi, Program Pembangunan dan Logistik Industri Nasional (NIDLP), serta Kementerian Investasi (MISA), dan mengunjungi laboratorium Kota Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Raja Abdulaziz. Kesepakatan awal dicapai mengenai penerapan teknologi "reformasi metanol terdistribusi untuk produksi hidrogen + penyimpanan hidrogen padat", aplikasi kota masa depan, dan kerja sama kapasitas lokal. Sebagai inisiatif terbaru yang menyelaraskan Jalur dan Sabuk Tiongkok dengan Visi 2030 Arab Saudi, kolaborasi ini menargetkan kebutuhan transisi energi mendesak Arab Saudi. Berpusat pada peralatan modular yang dikembangkan secara mandiri oleh ZHONGHYDROGEN, yaitu "Alcohol-Water Pure Hydrogen Generator 100," proyek ini bertujuan untuk membangun ekosistem hidrogen terintegrasi yang mencakup produksi, penyimpanan, dan pemanfaatan dalam berbagai skenario transportasi, infrastruktur, dan kehidupan masyarakat.
1. Penyelarasan Strategis: Konvergensi Sumber Daya dan Teknologi Dua Arah
Arab Saudi memiliki 18% dari potensi energi terbarukan global (PV, tenaga angin), tetapi menghadapi kesenjangan besar dalam teknologi aplikasi hidrogen. Terobosan Tiongkok dalam produksi hidrogen terdistribusi dan penyimpanan padat (misalnya, lebih dari 120 paten ZHONGHYDROGEN) tepat mengatasi titik-titik kelemahan Arab Saudi dalam "meningkatkan skala hidrogen hijau dan memungkinkan kenyamanan sipil." Kolaborasi ini sejalan dengan langkah strategis Arab Saudi pada tahun 2024 untuk bergabung dengan Kemitraan Internasional untuk Hidrogen dan Ekonomi (IPHE), memanfaatkan teknologi Tiongkok untuk mempercepat tujuan Visi 2030—50% pangsa energi terbarukan dan 5 juta ton kapasitas hidrogen hijau pada tahun 2030. Neil Bush menyatakan, "Teknologi Tiongkok mengubah hidrogen Arab Saudi dari 'konsep industri' menjadi 'kehidupan sehari-hari.'"
2. Terobosan Skenario: Dari Kota Masa Depan hingga Aplikasi Pengguna Akhir
Tidak seperti kolaborasi pembangkit listrik tenaga surya tradisional, "produksi hidrogen terdistribusi" ZHONGHYDROGEN langsung menanggapi tiga kebutuhan penting Arab Saudi:
Infrastruktur nol karbon NEOM: Menyediakan "stasiun hidrogen tingkat masyarakat" untuk kota netral karbon pertama di dunia, bersama dengan kendaraan komuter hidrogen (misalnya, sepeda hidrogen yang didukung oleh Neil Bush) dan ESS, untuk mengatasi tantangan pasokan energi di daerah terpencil.
Dekarbonisasi industri: Memanfaatkan sumber daya hidrogen limbah petrokimia Arab Saudi, teknologi penyimpanan padat mengoptimalkan efisiensi penyimpanan dan transportasi, mengurangi biaya hidrogen hijau untuk industri berenergi tinggi seperti baja dan semen.
Peningkatan mata pencaharian: Memperkenalkan "kota kesehatan hidrogen," yang mengintegrasikan terapi spa kaya hidrogen dan pemanas sel bahan bakar ke dalam ekosistem pariwisata budaya Arab Saudi, sejalan dengan tujuan inti "meningkatkan kualitas hidup" dalam Visi 2030.
3. Model Kolaborasi: Integrasi Lokal Modal dan Teknologi
Didukung oleh dana khusus sebesar 1 miliar dolar AS dari Sky Tower Investments Neil Bush (ditandatangani pada tahun 2024), ZHONGHYDROGEN berencana untuk membangun situs R&D dan produksi di Arab Saudi, menerapkan pendekatan jalur ganda "lisensi teknologi + perakitan lokal." Langkah ini menghindari hambatan teknologi yang dikenakan oleh Eropa dan AS terhadap Timur Tengah, memanfaatkan keunggulan geografis Arab Saudi untuk merambah ke pasar Timur Tengah dan Afrika Utara. Misalnya, proyek pembangkit listrik QASSIM, sebuah kolaborasi antara Zhongqing New Energy dan ACWA Power Arab Saudi pada tahun 2024, telah menjamin listrik infrastruktur melalui produksi hidrogen terdistribusi. Kerja sama yang lebih dalam ini diharapkan dapat meniru model ini secara nasional.
4. Tantangan dan Peluang: Perselisihan Standar dan Pembangunan Bersama Ekosistem
Meskipun prospeknya menjanjikan, kerja sama energi hidrogen Tiongkok-Arab Saudi masih perlu mengatasi tiga hambatan besar:
Penyesuaian Standar: Integrasi peraturan keselamatan energi hidrogen Arab Saudi dengan standar teknologi Tiongkok (seperti sertifikasi untuk tangki penyimpanan hidrogen padat) membutuhkan upaya bersama yang dipercepat untuk merumuskan standar lokal.
Negosiasi Biaya: Investasi awal dalam peralatan produksi hidrogen terdistribusi lebih tinggi daripada solusi tradisional, sehingga perlu mengandalkan subsidi dari dana kekayaan negara Saudi Arabia (PIF) dan skala ekonomi untuk menurunkan biaya (dengan target biaya hidrogen hijau kurang dari $2/kg pada tahun 2030).
Sinergi Ekosistem: Mengintegrasikan sumber daya PV Saudi Arabia (seperti pabrik baterai 10GW Jinko Solar) dengan teknologi produksi hidrogen China untuk membentuk lingkaran tertutup "listrik hijau - hidrogen hijau - aplikasi," menghindari isolasi proyek-proyek individual.
Kesimpulan
Kunjungan lapangan ini tidak hanya menandai tonggak sejarah bagi "teknologi global" Zhongqing New Energy, tetapi juga merupakan lambang peralihan kerja sama energi China-Saudi Arabia dari "perdagangan minyak dan gas" menjadi "simbiosis teknologi." Ketika kekayaan sumber daya Saudi Arabia bertemu dengan vitalitas inovatif China, energi hidrogen menjadi catatan baru untuk pembangunan berkualitas tinggi Inisiatif "Jalur dan Sabuk" - mirip dengan gema sejarah dari dua generasi keluarga Neil Bush (dari "Duta Sepeda" menjadi "Duta Promosi Energi Hidrogen"), China dan Saudi Arabia, bergandengan tangan, sedang menulis "narasi Timur" untuk transformasi energi global.



