Hari ini, sebuah upacara resmi diadakan di Shanghai, tempat Siemens Energy Ltd. dan EnPot Ltd. yang berbasis di Selandia Baru menandatangani perjanjian kerja sama dengan Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon. Perjanjian ini menandai upaya bersama kedua perusahaan untuk mempercepat proses dekarbonisasi industri aluminium primer yang padat energi di Tiongkok.
Berdasarkan perjanjian tersebut, EnPot dan Siemens Energy akan berkolaborasi untuk menyediakan solusi bagi pabrik peleburan aluminium, yang memungkinkan pengelolaan energi yang cerdas dan produksi elektrolisis aluminium yang fleksibel. Perdana Menteri Luxon menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan contoh model dari kolaborasi yang sukses antara perusahaan Selandia Baru dan Tiongkok, serta merupakan langkah menuju dekarbonisasi dan masa depan yang berkelanjutan.
Teknologi dari kedua perusahaan akan saling melengkapi, memberikan jalan bagi produsen aluminium Tiongkok untuk mengintegrasikan lebih banyak energi terbarukan, meningkatkan efisiensi energi, dan mengurangi biaya operasional. Qin Zheng, General Manager dari Industrial Group di Siemens Energy Ltd., menyatakan bahwa mereka akan bersama-sama mempromosikan kerja sama di bidang pengelolaan energi cerdas untuk elektrolisis aluminium, mempercepat peningkatan efisiensi energi dan transformasi rendah karbon, serta mendorong pembangunan berkelanjutan di industri aluminium.



