Seorang juru bicara Kementerian Energi Indonesia mengatakan pada hari Minggu bahwa pabrik baterai lithium yang dibangun bersama oleh perusahaan-perusahaan Indonesia dan CATL asal Tiongkok diperkirakan akan mulai berproduksi pada akhir 2026, dengan kapasitas awal 6,9 Gwh. Proyek tersebut akan secara bertahap diperluas menjadi kapasitas 15 Gwh untuk baterai kendaraan listrik.
Pabrik tersebut merupakan bagian dari proyek baterai listrik senilai 6 miliar dolar AS yang ditandatangani pada tahun 2022 oleh aliansi perusahaan-perusahaan Indonesia (termasuk perusahaan tambang negara Aneka Tambang) dan CATL, yang mencakup seluruh rantai industri mulai dari penambangan dan pengolahan bijih nikel hingga pembuatan dan daur ulang baterai.
![[SMM Tinjauan Mingguan Pasar Sel Baterai Penyimpanan Energi 9.3] Pasokan foil tembaga yang ketat membatasi jadwal produksi September, harga sel baterai penyimpanan energi tetap stabil](https://imgqn.smm.cn/usercenter/tKgKv20251217171725.png)
![Harga Magnesium Naik Tiga Sesi Berturut-turut! Sisi Biaya Tetap "Membara" Sementara Sisi Permintaan Kesulitan Mengambil Alih [Komentar SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/EutUV20251217171724.jpeg)

