Pada 2025 SMM (2nd) Global Recycled Metals Industry Summit Forum - Secondary Copper & Aluminum Forum yang diselenggarakan oleh SMM Information & Technology Co., Ltd., Amar Singh, Sekretaris Jenderal Material Recycling Association of India, berbagi wawasan tentang topik "Pertarungan Pasar Logam Daur Ulang Global: Analisis Mendalam tentang Kekuatan dan Tantangan India."

Tren Pasar Global dan India
Di tengah gejolak ekonomi global, India tetap menjadi titik terang, dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 6,5% pada tahun fiskal 2025.
Tarif timbal balik yang diumumkan oleh pemerintah AS diperkirakan memiliki dampak minimal terhadap ekonomi India; sebaliknya, mereka menawarkan peluang pertumbuhan bagi India sebagai pusat manufaktur China-plus-one.
Ukuran pasar logam daur ulang global adalah 2,81 miliar dolar AS pada tahun 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 2,98 miliar dolar AS pada tahun 2025, tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 6% dari tahun 2025 hingga 2034, mencapai sekitar 5,03 miliar dolar AS pada tahun 2034.
Ukuran pasar logam daur ulang di India adalah 11,4 miliar dolar AS pada tahun 2024 dan diperkirakan akan mencapai 18,87 miliar dolar AS.
Pertumbuhan Signifikan dalam Industri Daur Ulang - India Muncul sebagai Pusat Daur Ulang Global
Sejak tahun 2019, ketika India melampaui Jepang untuk menjadi produsen baja terbesar kedua di dunia dan dengan cepat menjadi konsumen terbesar bekas baja, industri daur ulang di India telah mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Menurut Global E-waste Monitor 2020 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, India berada di peringkat ketiga secara global dalam hal pembentukan limbah elektronik, setelah Tiongkok dan AS.
►Perkembangan pesat kendaraan listrik (EV) telah mendorong kemajuan dalam industri daur ulang baterai lithium-ion melalui peningkatan infrastruktur.
►Karena kami berkomitmen untuk mencapai emisi karbon net-nol pada tahun 2070, daur ulang telah berubah dari sebuah pilihan menjadi kebutuhan nasional.
►Inisiatif pemerintah seperti Skema Insentif Terkait Produksi (PLI), Swachh Bharat 2.0 (Clean India 2.0), kerangka sistem tanggung jawab produsen yang diperluas, Misi LIFE, peraturan pengelolaan limbah, dan Program Kredit Hijau baru sedang mengubah industri daur ulang India secara mendalam.
►Perusahaan besar mulai masuk ke sektor daur ulang logam dan logam mulia, membuat industri ini lebih terorganisir dan kaya akan lapangan kerja.
►Ekosistem inovasi India yang berkembang pesat telah menempatkannya sebagai pusat startup terbesar ketiga di dunia, menarik investasi swasta yang berkelanjutan dalam ekonomi hijau dan sirkular.
Transisi energi India semakin cepat, dengan 42% dari kapasitas terpasangnya sekarang berasal dari energi terbarukan, mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan global.
Perjalanan Daur Ulang India: Jalan ke Depan

Perkiraan Permintaan Logam India:

Alasan utama pertumbuhan permintaan adalah sebagai berikut:
1. Sektor transportasi dan tenaga akan mengalami pertumbuhan permintaan yang signifikan untuk logam-logam ini dalam beberapa tahun mendatang.
2. Penerapan langkah-langkah kebijakan seperti kebijakan pemusnahan kendaraan akan secara substansial meningkatkan permintaan akan besi tua.
3. Promosi dan adopsi kendaraan listrik (EV) secara luas adalah pendorong utama pertumbuhan permintaan tembaga.
Masa Depan Global: Tantangan Utama dan Jalan ke Depan

Situasi Saat Ini: Daur Ulang Kendaraan Listrik Besi Tua di India

Kontribusi MRAI (Asosiasi Daur Ulang Material India) terhadap Ekosistem:
1. Mengumpulkan data nasional dan informasi akar rumput untuk mendukung perumusan kebijakan di berbagai sektor daur ulang.
2. Memberikan umpan balik industri kepada kementerian seperti Kementerian Pertambangan, Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi, Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perubahan Iklim, Kementerian Perdagangan dan Industri, Kementerian Perumahan dan Urusan Perkotaan, Departemen untuk Promosi Industri dan Perdagangan Dalam Negeri, NITI Aayog (Lembaga Nasional untuk Transformasi India), dan Otoritas Perlindungan Konsumen Pusat.
3. Mewakili kepentingan pengolah daur ulang India dalam forum nasional, panel ahli, dan konsultasi pemerintah.
4. Mengadvokasi perubahan kebijakan melalui buku putih dan jangkauan pemangku kepentingan.
5. Mendukung upaya standarisasi oleh Biro Standar India dan Dewan Pengendalian Pencemaran Pusat, memperjelas Tanggung Jawab Produsen yang Diperluas (EPR), dan membangun sistem pelacakan kepatuhan.
6. Menyelenggarakan platform pembangunan kapasitas seperti Kongres Daur Ulang Logam India dan Seminar Baterai India untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran praktisi industri.
7. Menghubungkan perusahaan daur ulang dan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) India dengan inisiatif, investasi, dan praktik terbaik pemerintah.
MRAI tidak hanya mendukung pengembangan kebijakan daur ulang, tetapi juga membantu membentuk kepemimpinan India dalam ekonomi sirkular global.
》Klik untuk melihat laporan khusus tentang Forum KTT Industri Logam Daur Ulang Global SMM (ke-2) 2025
![Sentimen Penghindaran Risiko Timur Tengah Mereda, Tembaga BC 2606 Berfluktuasi dan Ditutup Menguat [Komentar Tembaga BC SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/XTMPt20251217171713.jpeg)

![Pasokan Tembaga Blister Q2 Menurun di Tiongkok, Pasar Semakin Ketat [Analisis SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/aMTzL20251217171710.jpg)
