Pada Konferensi Pertambangan Indonesia & Konferensi Logam Kritis 2025 - Sesi Batubara, Dong Huanhuan, seorang konsultan senior di SMM, berbagi wawasan tentang "Perubahan dan Prospek Arus Perdagangan Batubara Global".
Produksi batubara global, setelah mencapai rekor tertinggi pada tahun 2024, diperkirakan akan menurun.

Pada tahun 2024, produksi batubara global melampaui 9 miliar mt untuk pertama kalinya, mencapai puncak baru, tetapi diperkirakan akan berangsur-angsur menurun dalam beberapa tahun mendatang.
Faktor-faktor utama yang mempengaruhi adalah sebagai berikut:
Transisi energi global semakin cepat. Perkembangan pesat sumber energi terbarukan seperti angin dan matahari secara bertahap menggantikan batubara sebagai sumber utama listrik.
Dengan ditetapkannya tujuan "karbon ganda", beberapa negara di dunia, seperti Jerman dan Inggris, telah secara bertahap membatasi atau menghentikan penambangan dan penggunaan batubara.
Pergeseran model pembangunan ekonomi global dan meningkatnya proporsi industri jasa dan teknologi tinggi, yang memiliki permintaan energi yang relatif lebih rendah, telah lebih jauh menahan pertumbuhan permintaan batubara.
Sebelum tahun 2024, produksi batubara global telah berada pada lintasan pertumbuhan, tetapi diperkirakan akan menurun pada tahun 2027, kecuali di India.
Pada tahun 2025, total produksi batubara Tiongkok diperkirakan akan mempertahankan tren pertumbuhan yang sedikit, sementara India akan terus mengalami pertumbuhan yang cepat dalam beberapa tahun mendatang. Kementerian Batubara India telah menetapkan target produksi batubara: peningkatan lebih dari 40% dari tahun fiskal 2025-26 hingga tahun fiskal 2029-30. Dalam beberapa tahun mendatang, negara-negara penghasil batubara utama lainnya akan mempertahankan tren penurunan produksi.
Data Pengiriman Panorama SMM: Transportasi Batubara pada 2024

Menurut data pengiriman batubara global SMM tahun 2024, batubara yang diangkut oleh Indonesia dan Kolombia terutama adalah batubara termal dan lignit yang digunakan untuk pembangkit listrik.
Australia, AS, Kanada, dan Rusia adalah pemasok utama batubara kokas, yang terutama melayani konsumen di industri baja Asia.
Transportasi batubara terutama terkait dengan struktur sumber daya dan permintaan masing-masing negara.
Presentasi ini juga membahas topik-topik seperti Data Pengiriman Panorama SMM: Transportasi Batubara pada 2022 - (Dampak Darurat Geopolitik - 1), dan Data Pengiriman Panorama SMM: Transportasi Batubara pada 2024 - (Dampak Darurat Geopolitik - 2).

Permintaan batu bara di masa depan masih akan terkonsentrasi di negara-negara Asia.
Peningkatan kapasitas jalur kereta api akan meningkatkan transportasi dan pasokan batu bara Mongolia ke negara-negara seperti Tiongkok dan India di masa depan.

》Klik untuk melihat laporan khusus tentang Konferensi Pertambangan Indonesia & Konferensi Logam Kritis 2025
![[SMM Perdagangan Harian Hot-Rolled Coil] Kargo Spot Bergerak Sideways](https://imgqn.smm.cn/usercenter/zbJUC20251217171718.jpg)
![Harga Silikon Metal Bergerak Sideways, Fokus pada Perubahan Tingkat Operasi di Sisi Penawaran dan Permintaan [Tinjauan Mingguan Industri Silikon SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/crVox20251217171717.jpg)
![[SMM Ulasan Harian Pelat & Lembaran] Ruang Penurunan Harga Pelat & Lembaran Jangka Pendek Terbatas](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JAnHq20251217171716.jpg)
