Produsen Nikel Indonesia Ceria Nugraha Berencana untuk Memperluas Kapasitas Feronikel Meski Ada Prakiraan Kelebihan Pasokan Global

Telah Terbit: Jun 6, 2025 00:47

PT Ceria Nugraha Indotama, produsen nikel asal Indonesia, berencana untuk memperluas kapasitas produksi feronikelnya meskipun ada perkiraan kelebihan pasokan nikel global dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan ini baru saja meluncurkan Rectangular Rotary Kiln Electric Furnace pada bulan April, yang mampu memproduksi 63.200 metrik ton feronikel per tahun.

Fase produksi tambahan, yang membutuhkan investasi sekitar 200 juta dolar AS, sedang dipertimbangkan, dengan pembangunan yang berpotensi dimulai akhir tahun ini, menunggu pendanaan yang berhasil dari lembaga keuangan, menurut Sekretaris Perusahaan Imelda Kiagoes dalam konferensi Shanghai Metals Markets.

Sementara para ahli industri memperkirakan surplus yang berkepanjangan di pasar nikel karena meningkatnya pasokan dan pertumbuhan permintaan yang lebih lambat, khususnya di sektor baja tahan karat dan baterai, Kiagoes mencatat bahwa feronikel Ceria—yang mengandung 22% nikel—masih memiliki permintaan di Eropa dan AS.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Harga Nikel Melonjak dan Turun Kembali Pasca-Libur, Dipengaruhi Pembicaraan AS-Iran dan Kekhawatiran Pasokan
26 menit yang lalu
Harga Nikel Melonjak dan Turun Kembali Pasca-Libur, Dipengaruhi Pembicaraan AS-Iran dan Kekhawatiran Pasokan
Read More
Harga Nikel Melonjak dan Turun Kembali Pasca-Libur, Dipengaruhi Pembicaraan AS-Iran dan Kekhawatiran Pasokan
Harga Nikel Melonjak dan Turun Kembali Pasca-Libur, Dipengaruhi Pembicaraan AS-Iran dan Kekhawatiran Pasokan
26 menit yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Tinjau Amendemen PP 19/2025, Royalti Terkait Nikel Berpotensi Naik
1 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Tinjau Amendemen PP 19/2025, Royalti Terkait Nikel Berpotensi Naik
Read More
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Tinjau Amendemen PP 19/2025, Royalti Terkait Nikel Berpotensi Naik
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Tinjau Amendemen PP 19/2025, Royalti Terkait Nikel Berpotensi Naik
Pada 8 Mei, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara di bawah ESDM mengadakan konsultasi publik mengenai usulan amendemen PP 19/2025, yang mencakup penyesuaian royalti untuk beberapa mineral. Untuk bijih nikel, usulan tersebut menurunkan ambang batas HMA terendah dari di bawah $18.000/mt menjadi di bawah $16.000/mt, dan ambang batas tertinggi dari $31.000/mt ke atas menjadi $26.000/mt ke atas. Strukturnya akan diperluas dari lima menjadi enam bracket, dengan tarif berkisar antara 14% hingga 19%. Berdasarkan HMA nikel hari ini sebesar $17.802/mt, royalti bijih nikel yang berlaku akan naik dari 14% menjadi 15% jika diterapkan. Usulan ini juga menambahkan royalti 2% untuk kobalt dalam nickel matte dan produk peleburan non-nikel, serta royalti 2,5% untuk Alloy Pig Iron. Apakah ini memengaruhi NPI arus utama bergantung pada klasifikasi produk akhir Indonesia.
1 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (8 Mei)
2 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (8 Mei)
Read More
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (8 Mei)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (8 Mei)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 08 Mei 2026
2 jam yang lalu