[UEA sebagian besar terlindung dari tarif AS atas baja dan aluminium]
Meskipun tarif AS sebesar 25% atas baja dan aluminium menciptakan ketidakpastian perdagangan global, UEA sebagian besar tidak terpengaruh karena ekonomi yang terdiversifikasi, infrastruktur ekspor yang kuat, dan perannya sebagai pusat reekspor. Pada tahun 2024, UEA mengekspor 350.000 ton aluminium ke AS, menempati peringkat kedua di antara para pemasok. Meskipun tidak dibebaskan dari tarif seperti Kanada atau Meksiko, keterlibatan politik yang sedang berlangsung dapat mengarah pada kesepakatan bilateral, yang berpotensi memperluas pangsa pasar UEA—terutama di sektor kedirgantaraan dan otomotif.
Industri aluminium domestik tetap kompetitif, bahkan ketika AS berencana melakukan investasi sebesar USD 1,4 triliun dalam peleburan lokal. Untuk baja, sektor konstruksi UEA sebagian besar terlindung, dengan lebih dari 3.500 proyek yang sedang berjalan dan sumber impor yang terdiversifikasi. Investasi logistik Dubai sebesar AED 2,6 miliar dan posisi strategisnya sebagai pusat transhipment semakin melindungi negara tersebut dari goncangan perdagangan. Sementara itu, pada April 2025, terjadi transaksi real estat sebesar AED 46 miliar, meningkat 23% setiap bulan, yang sebagian didorong oleh meningkatnya minat investor AS dan Tiongkok setelah tarif.



