Gwede Mantashe, Menteri Sumber Daya Mineral dan Energi Afrika Selatan, mengeluarkan pernyataan di Cape Town pada tanggal 20, menyatakan bahwa Kabinet Afrika Selatan telah secara resmi menyetujui Strategi Mineral dan Logam Penting serta memutuskan untuk meminta komentar publik atas RUU Pengembangan Sumber Daya Mineral (MRDB) 2025. Ia menyatakan bahwa peluncuran kedua dokumen kebijakan ini menandai langkah penting bagi Afrika Selatan dalam meningkatkan kepastian kebijakan dan peraturan serta membuka potensi negara tersebut di pasar mineral global.
Menurut laporan, strategi tersebut secara komprehensif mengevaluasi "kritisitas" mineral berdasarkan delapan indikator, melakukan penelitian terhadap 21 mineral di berbagai dimensi seperti potensi ekspor, penciptaan lapangan kerja, risiko pasokan, kinerja penjualan, dan kemungkinan penggantian.
Mantashe menyatakan bahwa mineral penting memainkan peran penting dalam transformasi hijau global, keamanan energi, dan manufaktur kelas atas. Strategi yang dirumuskan oleh pemerintah Afrika Selatan secara eksplisit mengidentifikasi platinum, bijih mangan, bijih besi, batu bara, dan bijih krom sebagai mineral yang sangat penting; emas, vanadium, paladium, rodium, dan tanah jarang sebagai mineral yang cukup hingga sangat penting; serta tembaga, kobalt, litium, grafit, nikel, titanium, fosfat, fluorit, zirkonium, uranium, dan aluminium sebagai mineral yang cukup penting.
Pernyataan tersebut mencatat bahwa daftar tersebut akan terus ditinjau dan diperbarui berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi pasar, kemajuan eksplorasi, kemajuan teknologi, kemungkinan penggantian, daur ulang, dan dinamika geopolitik. Afrika Selatan akan memajukan strategi mineral pentingnya melalui enam pilar: eksplorasi geosains; lokalisasi dan perluasan rantai nilai; investasi R&D dan pengembangan keterampilan; infrastruktur dan keamanan energi; instrumen fiskal dan dukungan keuangan; serta harmonisasi kebijakan dan peraturan.
Untuk mendukung pelaksanaan strategi tersebut, pemerintah Afrika Selatan secara bersamaan mengumumkan RUU Pengembangan Sumber Daya Mineral (MRDB) 2025 dan meminta komentar publik. RUU tersebut bertujuan untuk meningkatkan tata kelola pertambangan, memerangi pertambangan ilegal, dan mempromosikan pengembangan pertambangan kecil dan menengah yang legal dan sesuai peraturan dengan menyederhanakan proses perizinan, berkoordinasi dengan peraturan lingkungan dan sumber daya air, serta memperkenalkan sistem perizinan khusus untuk pertambangan skala kecil dan artisanal.
![[SMM Steel Market Flash] POSCO Targetkan Pengembalian Pemegang Saham 35%-40% Berdasarkan Laba Bersih yang Disesuaikan](https://imgqn.smm.cn/usercenter/gmcdk20251217171720.jpg)
![[SMM Steel Market Flash] POSCO Sebut Ketegangan Timur Tengah Terus Menekan Margin Baja](https://imgqn.smm.cn/usercenter/zLhJl20251217171720.jpg)
![[Topik Hangat SMM] Harga HRC Naik MoM pada April, Diperkirakan Berfluktuasi di Level Tinggi Sebelum Pertengahan Mei](https://imgqn.smm.cn/usercenter/vhvTQ20251217171715.jpg)
