Pada kuartal pertama 2025, Filipina mencatatkan kinerja yang baik dalam ekspor bijih nikel, mencapai pertumbuhan yang signifikan dalam pendapatan ekspor meskipun harga logam dasar internasional mengalami penurunan. Menurut data dari Badan Statistik Filipina, nilai ekspor bijih nikel dan konsentratnya meningkat secara signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, mencerminkan permintaan global yang berkelanjutan terhadap sumber daya negara tersebut.
China tetap menjadi importir bijih nikel Filipina terbesar, diikuti oleh Indonesia. Selain itu, volume ekspor juga meningkat, yang menegaskan peran Filipina yang semakin besar dalam rantai pasokan nikel global.



