Pada 15 Mei (Kamis), bank investasi ternama JP Morgan memperkirakan bahwa harga rata-rata tembaga untuk semester kedua tahun ini (H2) akan mencapai US$9.225 per metrik ton (mt), dan harga rata-rata aluminium akan mencapai US$2.325 per mt.
Bank tersebut mencatat bahwa pelonggaran ketegangan perdagangan AS-Tiongkok yang lebih baik dari yang diperkirakan merupakan faktor kunci dalam mengurangi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi, sehingga mengurangi risiko penurunan permintaan dan harga untuk kedua logam dasar tersebut.
AS dan Tiongkok telah mencabut, menangguhkan, atau menyesuaikan kenaikan tarif sesuai dengan konsensus yang dicapai dalam pembicaraan ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi, sehingga mengarahkan konflik perdagangan ke arah yang positif.
JP Morgan menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, harga mungkin akan terus naik karena pembeli Tiongkok terus melakukan pembelian di muka menyusul pelonggaran tarif.
Dalam sebuah laporan penelitian, bank tersebut menyatakan, "Karena permintaan pada akhirnya melambat, kami juga melihat bahwa fundamental mikro yang ketat untuk logam seperti tembaga akan secara bertahap mereda. Sejak aksi jual yang didorong oleh faktor makro pada awal April, fundamental mikro telah mendukung harga."
Bank tersebut lebih lanjut memperkirakan bahwa dengan AS memberlakukan tarif tambahan pada tembaga yang diimpor berdasarkan Bagian 232, yang menyebabkan penurunan volume barang surplus yang dikirim ke AS, lebih banyak pasokan akan mengalir ke Asia dalam beberapa bulan mendatang.
Meskipun bank tersebut memperingatkan bahwa harga tembaga yang melebihi US$9.500 dapat memicu reaksi sensitif terhadap harga, bank tersebut menambahkan bahwa tingkat cakupan persediaan yang rendah untuk aluminium tetap menjadi faktor mikro yang mendukung.
Namun, JP Morgan menyatakan bahwa penurunan permintaan otomotif yang signifikan, yang menyumbang 25% dari permintaan aluminium global, dapat menyebabkan penurunan harga aluminium akhir tahun ini.
Pada pukul 14.45 WIB, harga tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun sebesar US$84 atau 0,87% menjadi US$9.522,50 per mt, sedangkan harga aluminium tiga bulan turun sebesar US$20,5 atau 0,81% menjadi US$2.508 per mt.
![[SMM Copper Flash] VP SMM Shirley: Tidak Ada Satu Negara pun yang Menguasai Tembaga; Pangsa Daur Ulang ~40%; SMM Membuka Kantor di Zambia](https://imgqn.smm.cn/usercenter/GfvuY20251217171708.jpg)

![Harga Tembaga Terkoreksi dengan Permintaan Sedikit Pulih, Premi Spot Rebound Moderat [SMM Tembaga Spot China Utara]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/DpfYZ20251217171714.jpeg)
