[Tambang Seng-Timah Rusia Zijin Mining Berpotensi Dihentikan]
Menurut pemerintah daerah Tuva dan media Rusia Channel 108, anak perusahaan Zijin Mining Group, LLC Lunsin, sedang menghadapi kesulitan keuangan yang parah di tambang polimetal Kyzyl-Tashtyg (Longxing) di Republik Tuva, Rusia. Tantangan ini berasal dari eskalasi sanksi internasional dan pembatasan yang semakin meningkat terhadap kerja sama keuangan China-Rusia.
Laporan menunjukkan bahwa Direktur Jenderal perusahaan, Kaiwen Li, telah menandatangani perintah untuk menghentikan operasi, yang berpotensi mempengaruhi semua 1.200 pekerja, termasuk sekitar 800 penduduk setempat. Selain tekanan keuangan, tambang tersebut juga mendapat pengawasan yang lebih ketat dari otoritas pengawas Rusia.
Meskipun tambang tersebut belum sepenuhnya menghentikan operasinya, penghentian diperkirakan akan terjadi pada bulan Juni. Sebagai tanggapan terhadap rencana penghentian tersebut, otoritas daerah dan Kantor Kejaksaan telah meluncurkan penyelidikan terhadap kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan dan membentuk satuan tugas khusus untuk menilai keputusan tersebut. Kaiwen Li telah berangkat ke China untuk berkonsultasi dengan kantor pusat Zijin mengenai kemungkinan solusi.
Zijin memiliki 70% saham di tambang tersebut, yang memproduksi sekitar 71.300 ton seng dalam bentuk konsentrat dan 4.750 ton timah dalam bentuk konsentrat pada tahun 2024. Pada tahun 2020, total cadangan mineral tambang tersebut mencapai 12,9 juta ton, dengan kadar seng rata-rata sebesar 10,3%.
SMM akan terus memantau perkembangan dan menilai dampak potensial terhadap pasar bahan baku.
![Dukungan dan resistensi hadir bersamaan, SHFE timbal bergerak sideways di atas 16.000 [Komentar Singkat Futures Timbal]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/mIbTL20251217171721.jpg)


