[Harga Patokan Bijih Lokal Indonesia] SMM memperkirakan harga patokan mineral (HPM) untuk bijih lokal Indonesia pada paruh kedua Mei akan mengalami penurunan, dengan kenaikan sebesar 2,43% MoM dari periode sebelumnya. Harga acuan mineral (HMA) untuk paruh kedua Mei adalah $15.415/mt, naik $366/mt.
SMM memperkirakan bahwa harga patokan HPM untuk bijih lokal Indonesia (MC35%) pada paruh kedua Mei akan menjadi sebagai berikut:
- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni1,2% adalah $15,63/wmt, naik $0,37/wmt dari HPM pada paruh pertama Mei;
- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni1,6% adalah $27,25/wmt, naik $0,65/wmt dari HPM pada paruh pertama Mei;
- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni1,7% adalah $30,66/wmt, naik $0,73/wmt dari HPM pada paruh pertama Mei;
- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni1,8% adalah $34,27/wmt, naik $0,81/wmt dari HPM pada paruh pertama Mei;
- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni2,0% adalah $42,08/wmt, naik $1/wmt dari HPM pada paruh pertama Mei.
Pada bulan Mei, premi arus utama untuk bijih pirometalurgi lokal Indonesia berkisar antara $26 hingga $28/wmt, naik sekitar $2/wmt dari premi arus utama pada bulan April, sedangkan harga untuk bijih hidrometalurgi sedikit menurun selama bulan tersebut. SMM memperkirakan bahwa, dipengaruhi oleh penurunan harga NPI (Nickel Pig Iron) hilir, premi untuk bijih pirometalurgi mungkin akan sedikit longgar pada bulan Juni, tetapi penurunan yang signifikan tidak mungkin terjadi.



