[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Menurut CREA, Baja Tahan Karat Masih Memimpin Permintaan Nikel Indonesia
Menurut laporan CREA, baja tahan karat tetap menjadi penggunaan akhir yang dominan bagi nikel Indonesia meskipun upaya pemasaran "nikel hijau" terus berlangsung. Pada 2025, 83% produksi nikel akan dialokasikan untuk baja tahan karat dibandingkan 17% untuk baterai kendaraan listrik; pada 2030, baja tahan karat diproyeksikan masih menyumbang 51% pasokan dibandingkan 18% untuk baterai. Permintaan dari sektor baterai menghadapi ketidakpastian seiring semakin banyak kendaraan listrik yang beralih ke teknologi bebas nikel. Indonesia, yang memproduksi lebih dari separuh nikel olahan global, menghadapi tekanan yang meningkat dari regulasi lingkungan yang lebih ketat dan pajak karbon atas produksinya yang berbasis batu bara, serta risiko rantai pasok yang lebih luas. Secara terpisah, BMI (perusahaan di bawah Fitch Solutions) menaikkan proyeksi harga nikel 2026 menjadi US$16.600/ton, dengan alasan ketidakpastian kebijakan dan meningkatnya risiko pasokan.