IWIP Menegaskan Kembali Komitmennya terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja untuk Hari Keselamatan Dunia 2025

Telah Terbit: May 5, 2025 23:09
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menegaskan kembali komitmennya yang kuat terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3) sebagai landasan utama kontinuitas operasional dan kesejahteraan karyawan, memandangnya bukan hanya sebagai kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama di semua tingkatan. Dalam memperingati Hari Keselamatan Dunia 2025, General Manager HSE, Iwan Kurniawan, menekankan pentingnya memprioritaskan K3 dan keselamatan pertambangan dalam semua kegiatan, baik selama konstruksi maupun operasional, melalui upaya sistematis dan partisipasi aktif dari manajemen, supervisor, dan semua karyawan. IWIP bertujuan untuk menumbuhkan budaya keselamatan dengan memperkuat koordinasi antarunit, mempromosikan praktik K3 yang mandiri, dan meminimalkan bahaya dan risiko untuk mencegah cedera serius dan kematian. Komitmen mereka tercermin dalam serangkaian acara proaktif, menarik, dan edukatif yang diselenggarakan sepanjang bulan April, yang berpuncak pada tanggal 28 April, yang melibatkan tidak hanya staf IWIP tetapi juga pekerja dari perusahaan mitra dan penyewa. Inisiatif inklusif selama sebulan ini menggarisbawahi keyakinan IWIP bahwa tempat kerja yang aman dan sehat adalah upaya bersama dan pendorong utama pembangunan industri yang berkelanjutan.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Vale Mempertahankan Momentum Produksi dan Penjualan yang Kuat di Q1
1 jam yang lalu
Vale Mempertahankan Momentum Produksi dan Penjualan yang Kuat di Q1
Read More
Vale Mempertahankan Momentum Produksi dan Penjualan yang Kuat di Q1
Vale Mempertahankan Momentum Produksi dan Penjualan yang Kuat di Q1
1 jam yang lalu
SHFE Menyetujui Pendaftaran Nikel Murni Merek "PTENICO" untuk Serah Terima Kontrak Berjangka Nikel
3 jam yang lalu
SHFE Menyetujui Pendaftaran Nikel Murni Merek "PTENICO" untuk Serah Terima Kontrak Berjangka Nikel
Read More
SHFE Menyetujui Pendaftaran Nikel Murni Merek "PTENICO" untuk Serah Terima Kontrak Berjangka Nikel
SHFE Menyetujui Pendaftaran Nikel Murni Merek "PTENICO" untuk Serah Terima Kontrak Berjangka Nikel
Pada 20 April, Shanghai Futures Exchange (SHFE) mengeluarkan pengumuman yang menyetujui pendaftaran nikel murni merek "PTENICO" (Eternal) (proses elektrodeposisi, Ni99,96) yang diproduksi oleh PT ETERNAL NICKEL INDUSTRY, dengan kapasitas terdaftar sebesar 50.000 mt. Produk tersebut telah memenuhi syarat untuk serah terima fisik terhadap kontrak berjangka nikel SHFE sejak tanggal pengumuman. Produk ini berasal dari Provinsi Maluku Utara, Indonesia.
3 jam yang lalu
[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Menurut CREA, Baja Tahan Karat Masih Memimpin Permintaan Nikel Indonesia
3 jam yang lalu
[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Menurut CREA, Baja Tahan Karat Masih Memimpin Permintaan Nikel Indonesia
Read More
[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Menurut CREA, Baja Tahan Karat Masih Memimpin Permintaan Nikel Indonesia
[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Menurut CREA, Baja Tahan Karat Masih Memimpin Permintaan Nikel Indonesia
Menurut laporan CREA, baja tahan karat tetap menjadi penggunaan akhir yang dominan bagi nikel Indonesia meskipun upaya pemasaran "nikel hijau" terus berlangsung. Pada 2025, 83% produksi nikel akan dialokasikan untuk baja tahan karat dibandingkan 17% untuk baterai kendaraan listrik; pada 2030, baja tahan karat diproyeksikan masih menyumbang 51% pasokan dibandingkan 18% untuk baterai. Permintaan dari sektor baterai menghadapi ketidakpastian seiring semakin banyak kendaraan listrik yang beralih ke teknologi bebas nikel. Indonesia, yang memproduksi lebih dari separuh nikel olahan global, menghadapi tekanan yang meningkat dari regulasi lingkungan yang lebih ketat dan pajak karbon atas produksinya yang berbasis batu bara, serta risiko rantai pasok yang lebih luas. Secara terpisah, BMI (perusahaan di bawah Fitch Solutions) menaikkan proyeksi harga nikel 2026 menjadi US$16.600/ton, dengan alasan ketidakpastian kebijakan dan meningkatnya risiko pasokan.
3 jam yang lalu
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menegaskan kembali komitm - Shanghai Metals Market (SMM)