【Laporan Kilas SMM】Laporan SMM 22 April – Saat ini, sebagian besar tambang di Indonesia utamanya menjual bijih nikel ber kadar sekitar 1,5%, karena bijih berkadar rendah membantu memperpanjang umur operasional tambang. Akibatnya, ketika tambang memiliki bijih berkadar tinggi atau rendah, mereka biasanya mencampurnannya untuk menghasilkan produk berkadar sedang atau menimbunnya dengan harapan harga akan rebound.
Sambil menunggu implementasi kebijakan PNBP yang dijadwalkan minggu ini, perusahaan pertambangan tetap dalam mode tunggu dan lihat. Fokus utama penambang Indonesia saat ini adalah meningkatkan efisiensi infrastruktur, biaya produksi, dan transportasi, atau meningkatkan output dan volume penjualan untuk mengimbangi potensi penurunan HPM.



