[Analisis SMM] Impor nikel terolah China meningkat baik secara tahunan maupun bulanan pada Maret 2025, sementara impor bersih tetap negatif.

Telah Terbit: Apr 21, 2025 18:01
Pada Maret 2025, impor nikel olahan China (termasuk nikel non-alei tanpa bentuk dengan kandungan nikel dan kobalt total ≥99,99%, kobalt ≤0,005%, nikel non-alei tanpa bentuk lainnya, dan alei nikel tanpa bentuk) mencapai 8.832 ton, naik 8,18% bulan ke bulan dari Februari dan naik 34,16% tahun ke tahun, dengan kenaikan kumulatif tahun ke tahun sebesar 124,56%. Impor bersih tetap negatif, menurut data yang dirilis oleh platform statistik bea cukai.
<html><head></head><body>Pada Maret 2025, menurut statistik bea cukai, impor nikel olahan China (termasuk nikel non-alkaloid yang tidak dikerjakan dengan kandungan total nikel dan kobalt ≥99,99%, kobalt ≤0,005%, nikel non-alkaloid lainnya yang tidak dikerjakan, dan paduan nikel yang tidak dikerjakan) mencapai 8.832 ton, naik 8,18% bulan ke bulan dari Februari, naik 34,16% tahun ke tahun, dan kenaikan kumulatif 124,56% tahun ke tahun. Impor nikel non-alkaloid lainnya yang tidak dikerjakan sebanyak 5.177 ton, turun 8,76% bulan ke bulan tetapi naik 54,08% tahun ke tahun. Impor bubuk nikel non-alkaloid dan bubuk serpihan sebanyak 228,48 ton, turun 6,72% bulan ke bulan dan turun 32,31% tahun ke tahun. Berdasarkan negara, Rusia, Indonesia, dan Norwegia menjadi tiga sumber teratas impor nikel olahan China, total 5.677,65 ton, semuanya menunjukkan peningkatan bulan ke bulan. Volume impor bersih nikel olahan adalah -5.696 ton, masih negatif tetapi dengan defisit yang jauh berkurang.</body></html>

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
6 jam yang lalu
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
Read More
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
【Analisis SMM】Tinjauan Mingguan Pasar Nikel Indonesia - 30 Apr
6 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
7 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
Read More
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Sebut Kapasitas Nikel Baru Indonesia Mungkin Terhambat oleh Pasokan Bijih yang Ketat
Menurut Commodity Markets Outlook Bank Dunia edisi April 2026, produksi nikel olahan global diperkirakan meningkat moderat pada 2026 dan 2027 seiring beroperasinya kapasitas pemrosesan baru di Indonesia. Namun, laporan tersebut memperingatkan bahwa ketersediaan bijih hulu yang semakin ketat kemungkinan akan membatasi utilisasi kapasitas. Ini menunjukkan pertumbuhan pasokan nikel Indonesia ke depan mungkin semakin bergantung pada ketersediaan bijih, bukan semata-mata kapasitas pemrosesan nominal.
7 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
7 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
Read More
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
[SMM Kilasan Pasar Nikel] Bank Dunia Prediksi Harga Nikel Naik 12% pada 2026 akibat Pasokan Ketat
Menurut laporan Commodity Markets Outlook Bank Dunia edisi April 2026, harga nikel diproyeksikan naik 12% secara tahunan pada 2026 dan 3% lagi pada 2027, karena pertumbuhan konsumsi global diperkirakan melampaui ekspansi pasokan. Laporan tersebut menyebutkan bahwa meskipun kapasitas pemrosesan nikel baru akan terus beroperasi di Indonesia, ketersediaan bijih hulu yang lebih ketat kemungkinan akan membatasi tingkat utilisasi dan menjaga pasar tetap ketat. Laporan ini juga mencatat bahwa gangguan lebih lanjut terhadap ekspor sulfur dari produsen Timur Tengah dapat menjadi risiko kenaikan tambahan bagi harga nikel.
7 jam yang lalu