[Harga Patokan Mineral Lokal Indonesia] Jika metode perhitungan HPM yang diumumkan pada 1 Maret terus diterapkan pada paruh pertama April, HMA untuk paruh pertama April diperkirakan akan meningkat sebesar $592/mt bulanan dari periode sebelumnya (paruh kedua Maret), naik 3,8% bulanan.
SMM memperkirakan bahwa harga patokan (HPM) untuk bijih lokal Indonesia pada paruh pertama April mungkin adalah:
Bijih kelas Ni1,2% dengan harga HPM $16,35/wmt, naik $0,60/wmt dari HPM pertama Maret;
Bijih kelas Ni1,6% dengan harga HPM $28,51/wmt, naik $1,05/wmt dari HPM pertama Maret;
Bijih kelas Ni1,7% dengan harga HPM $32,08/wmt, naik $1,18/wmt dari HPM pertama Maret;
Bijih kelas Ni1,8% dengan harga HPM $35,85/wmt, naik $1,32/wmt dari HPM pertama Maret;
Bijih kelas Ni1,9% dengan harga HPM $39,83/wmt, naik $1,46/wmt dari HPM pertama Maret;
Bijih kelas Ni2,0% dengan harga HPM $44,02/wmt, naik $1,62/wmt dari HPM pertama Maret.
Harga HMA dan HPM untuk paruh pertama April akan diumumkan dan diterapkan secara resmi oleh ESDM pada April.
Selain itu, karena struktur pasokan bijih domestik yang ketat dan peningkatan biaya yang diperkirakan akibat implementasi kebijakan PNBP, SMM memperkirakan bahwa premi untuk bijih lokal Indonesia juga mungkin naik pada April.



