Perusahaan Nikel Indonesia, LSM Menentang Kenaikan Royalti yang Diusulkan, Mengutip Tekanan Pasar

Telah Terbit: Mar 24, 2025 18:55
Menurut SMM, beberapa perusahaan dan organisasi sipil terkait nikel di Indonesia telah menyatakan penolakan terhadap usulan pemerintah untuk menaikkan royalti bijih nikel dari 10% menjadi 14%~19% seperti yang diuraikan dalam "Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2022 tentang Perubahan." Entitas-entitas ini berpendapat bahwa kenaikan royalti bijih nikel menjadi 14%~19% adalah "tidak realistis," terutama karena fluktuasi harga nikel global yang cenderung turun dan biaya tinggi yang terkait dengan proyek-proyek tambang dan peleburan, yang telah mengakibatkan margin keuntungan relatif kecil atau bahkan negatif bagi beberapa perusahaan terkait industri. Jika usulan ini diterapkan, akan melemahkan daya saing produk nikel Indonesia di pasar global dan memaksa tambang untuk mempercepat pengembangan bijih nikel guna meningkatkan kadar, sehingga mengurangi tingkat produksi dan mempersingkat umur tambang, pada akhirnya mempengaruhi pendapatan jangka panjang pemerintah. Perusahaan-perusahaan dan organisasi sipil terkait mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan merumuskan kebijakan yang "bertahap, realistis, dan adil." Menurut SMM, diskusi mengenai masalah ini masih berlangsung antara berbagai pihak di Indonesia, dan SMM akan terus melacak informasi pertama tangan terkait penyesuaian kebijakan PNBP di Indonesia.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
13 jam yang lalu
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Baca Selengkapnya
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
【SMM Kilasan Nikel】Indonesia Konfirmasi Rincian Implementasi Relaksasi DHE SDA
Indonesia telah mengonfirmasi rincian pelaksanaan Pasal 18A Peraturan Pemerintah (PP) No. 21/2026, yang berlaku untuk pemberitahuan pabean ekspor (PPE) mulai 1 September 2026. Pemerintah mengidentifikasi 64 eksportir pertambangan, atau sekitar 12% dari 537 eksportir yang ditinjau, saat ini memenuhi kriteria kelayakan. Eksportir yang memenuhi syarat harus berbadan hukum PT Indonesia, bergerak di sektor pertambangan, dan memiliki setidaknya satu pemegang saham dari negara yang ditetapkan, yaitu AS, Tiongkok, Hong Kong, Australia, atau Kanada, dengan kepemilikan saham minimal 10%. Daftar eksportir yang memenuhi syarat akan ditinjau setiap bulan. Pemerintah juga telah menetapkan 15 bank valuta asing untuk penempatan DHE SDA berdasarkan Pasal 18A, yang terdiri dari lima bank BUMN dan 10 bank non-BUMN. Hal ini memungkinkan eksportir yang memenuhi syarat untuk menempatkan DHE SDA yang diwajibkan pada bank non-BUMN yang ditunjuk, memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengelola hasil ekspor.
13 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
14 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (3 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 03 Sep 2026.
14 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
15 jam yang lalu
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Baca Selengkapnya
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
Harga Nikel Pulih, tetapi Pasar NPI Kadar Tinggi Tertekan Fundamental Lemah dan Likuiditas Rendah
[SMM Kilat Nikel] Berita 3 September: Meskipun harga nikel mengalami rebound, pasar NPI kadar tinggi sulit untuk membalikkan fundamentalnya yang lemah, dan pasar kekurangan likuiditas. Pabrik baja terus mempertahankan tingkat harga yang dapat diterima di kisaran rendah, dan selisih harga yang signifikan masih terjadi antara penawaran hulu dan tingkat harga psikologis pabrik baja. Premi untuk kargo unit nikel tinggi telah menyempit secara signifikan, dan sebagian besar lembaga masih memiliki pandangan bearish terhadap pasar forward.
15 jam yang lalu