Ringkasan Rapat Pagi SMM Timah pada Maret 17, 2025
Dari perspektif makro internasional, eskalasi konflik bersenjata di DRC telah berdampak signifikan pada pasokan bijih timah global. Penangguhan operasi Alphamin di tambang Bisie telah meningkatkan kekhawatiran pasar terkait masalah pasokan. Sementara itu, pelemahan dolar AS dan kebijakan domestik yang mendukung juga memberikan dukungan pada harga timah. Di pasar bijih timah domestik, pola pasokan-permintaan secara keseluruhan tetap ketat. Dari sisi pasokan, meskipun tingkat operasi smelter timah olahan di Yunnan dan Jiangxi sedikit meningkat, mereka masih dibatasi oleh pasokan bahan baku yang ketat. Kemajuan pemulihan di area tambang Wa State di Myanmar tidak memenuhi ekspektasi, dan penutupan tambang Bisie semakin memperlebar kesenjangan pasokan. Dari sisi permintaan, perusahaan solder hilir terutama melakukan pengadaan tepat waktu, dengan harga tinggi menekan keinginan untuk menambah stok. Namun, kebijakan "trade-in" dan jadwal produksi tinggi di sektor peralatan rumah tangga memberikan dukungan potensial untuk permintaan. Inventaris sosial tetap pada tingkat rendah. Mempertimbangkan dinamika pasar domestik dan luar negeri serta perubahan kebijakan, harga timah diperkirakan akan terus berfluktuasi naik minggu depan. Investor harus memantau perkembangan situasi di DRC, kemajuan pemulihan di Wa State, dan arah kebijakan makro. Operasi yang hati-hati disarankan untuk menghindari risiko mengejar harga tinggi.



